Wajo, katasulsel.com – Rabu (4/3/2026) sore di Ruang Pola Kantor Bupati Wajo bukan sekadar seremoni pelantikan 364 pejabat. Yang paling menyita perhatian adalah 10 nama di lingkaran Eselon II.b—jabatan Pimpinan Tinggi Pratama—yang kini menjadi motor utama birokrasi di Bumi Lamaddukelleng.
Andi Rosman memimpin langsung pengambilan sumpah jabatan. Di barisan terdepan, para pejabat Eselon II berdiri sebagai wajah baru—or wajah lama dengan mandat baru—yang akan menentukan ritme pemerintahan lima tahun ke depan.
Nama pertama yang disorot adalah Andi Arfan, A.P., kini menjabat Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Setda. Posisi ini strategis, menjadi dapur pemikiran kebijakan sosial dan penguatan aparatur.
Di sektor infrastruktur, tongkat komando Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan dipegang Muhammad Ibnu Hasyim, S.STP., M.M. Jabatan ini krusial, mengingat tantangan jalan, irigasi, hingga tata ruang kota dan desa menanti percepatan.
Untuk urusan sosial hingga perlindungan perempuan dan anak, Pasommengi, S.Pt., M.M. dipercaya memimpin Dinas Sosial, P2KB, PPPA—dinas dengan spektrum kerja paling luas dan sensitif.
Sektor lingkungan hidup kini dikawal Andi Fakhrul Rijal Burhanuddin, S.T., M.M. Isu sampah, ruang hijau, dan tata kelola lingkungan akan menjadi ujian kepemimpinannya.
Di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, H. Andi Sudarmin, S.Sos., M.M. mendapat mandat memperkuat desa sebagai basis pembangunan. Sementara urusan transportasi dan konektivitas daerah kini berada di tangan H. Suhaerman, S.Sos., M.Si., M.M. sebagai Kepala Dinas Perhubungan.
Penanggulangan bencana, sektor yang makin vital di tengah perubahan iklim, dipimpin Andi Hasanuddin, S.IP. sebagai Kepala BPBD.
Literasi dan arsip daerah dipercayakan kepada Erna Nurdin, S.Sos., M.Si. di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan—sebuah jabatan yang kerap luput sorotan, padahal menyangkut memori kolektif daerah.
Administrasi kependudukan—jantung pelayanan publik—dikomandoi Hj. Nurliyani, S.P., M.Si. sebagai Kepala Dinas Dukcapil.
Dan yang tak kalah strategis, kursi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) kini diduduki Muhammad Ilyas, S.STP., M.Si. Dialah arsitek arah pembangunan Wajo ke depan.
Di luar Eselon II, pelantikan juga menyentuh 130 administrator (termasuk 10 camat), 191 pengawas (30 lurah), 24 pejabat fungsional, serta penyerahan SK untuk 9 Kepala UPTD Puskesmas. Namun, konfigurasi 10 pejabat tinggi pratama inilah yang menjadi pusat gravitasi birokrasi.
Andi Rosman menekankan nilai “Yassiwajori” sebagai fondasi kerja: kesetaraan, kebersamaan, dan pengabdian tulus. Ia meminta para pejabat tak bekerja setengah hati dan menyiapkan inovasi konkret, bukan sekadar rutinitas administrasi.
Rotasi besar ini bukan hanya pengisian jabatan. Ini adalah penataan ulang mesin pemerintahan. Dan sepuluh nama di Eselon II kini memegang kemudi—apakah melaju kencang atau tersendat, waktu yang akan menjawab. (*)

Tinggalkan Balasan