Enrekang, Katasulsel.com – Polemik rencana aktivitas tambang di Kabupaten Enrekang kembali memanas. Sejumlah massa dari Aliansi Baramuda menggelar aksi demonstrasi di depan Kepolisian Negara Republik Indonesia wilayah Polres Enrekang, mendesak aparat segera menuntaskan kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang warga negara asing asal China.
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk tekanan publik agar aparat kepolisian serius mengusut insiden yang terjadi di tengah polemik proyek tambang emas di wilayah tersebut.
Para demonstran menilai kasus tersebut tidak boleh berhenti pada penyelidikan biasa, melainkan harus dibuka secara transparan agar publik mengetahui kronologi dan pihak-pihak yang terlibat.
Insiden Saat Survei Lokasi Tambang
Peristiwa penganiayaan terhadap WNA tersebut dilaporkan terjadi saat korban melakukan kunjungan ke wilayah yang direncanakan menjadi lokasi eksplorasi tambang
Kedatangan rombongan investor untuk meninjau lokasi dan mengambil sampel memicu ketegangan dengan sebagian warga yang sejak awal menolak aktivitas tambang di daerah mereka.
Situasi di lapangan kemudian memanas dan berujung pada dugaan tindakan kekerasan terhadap korban.
Kasus ini pun segera menjadi perhatian publik karena menyangkut keberadaan investor asing sekaligus konflik sosial yang berkembang di tengah masyarakat setempat.
Aksi Tekanan dari Kelompok Aktivis
Dalam aksi demonstrasi di depan Mapolres, massa menuntut aparat kepolisian segera menetapkan pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.
Mereka juga meminta polisi tidak hanya fokus pada kasus penganiayaan, tetapi turut menelusuri seluruh rangkaian peristiwa yang melatarbelakangi konflik tersebut.


Tinggalkan Balasan