Makassar, Katasulsel.com — Di tengah ramainya perdebatan pecinta sepak bola menjelang bergulirnya fase krusial Piala Dunia 2026, Legislator Sulawesi Selatan H. Zulkifli Zain secara terbuka mengungkap tim yang paling dijagokannya untuk mengangkat trofi di Amerika Utara.

Dalam wawancara khusus dengan Katasulsel.com, Senin malam (15/6/2026), Zulkifli tanpa ragu menyebut Timnas Prancis sebagai kandidat terkuat untuk berdiri di podium tertinggi sepak bola dunia.

Menariknya, alasan yang disampaikan bukan sekadar karena nama besar Kylian Mbappé atau status Prancis sebagai salah satu raksasa Eropa. Menurutnya, kekuatan Les Bleus justru berada pada sesuatu yang sering luput dari perhatian publik: kedalaman skuad dan kematangan generasi emas mereka.

“Kalau saya menjadi pelatih lawan Prancis, jujur saja mungkin susah tidur. Sebab mereka punya terlalu banyak pemain yang bisa mengubah pertandingan,” ujar Zulkifli sambil tersenyum.

Menurutnya, banyak negara memiliki sebelas pemain inti yang hebat. Namun tidak banyak yang memiliki bangku cadangan dengan kualitas hampir setara pemain utama.

“Ketika tim lain mulai kehabisan bensin pada babak kedua, Prancis justru bisa memasukkan pemain baru yang kualitasnya tidak jauh berbeda. Itu seperti mengganti mesin pesawat saat sedang terbang,” katanya.

Dalam pandangan Zulkifli, Prancis saat ini ibarat klub elite yang dibawa ke panggung Piala Dunia.

Di sektor depan, Les Bleus memiliki deretan pemain yang mampu menciptakan ancaman dari berbagai arah. Kylian Mbappé tetap menjadi pusat perhatian, tetapi ancaman tidak berhenti di sana.

Ada Ousmane Dembélé dengan dribel eksplosifnya, Bradley Barcola yang terkenal agresif menyerang ruang kosong, hingga Michael Olise dan Rayan Cherki yang memiliki kreativitas tinggi di sepertiga akhir lapangan.

“Kalau lawan fokus menjaga Mbappé, masih ada pemain lain yang bisa menghukum mereka. Itulah yang membuat Prancis sangat berbahaya,” ujarnya.

Saat ditanya apa yang paling membedakan Prancis dengan negara-negara favorit lainnya, Zulkifli langsung menyoroti kecepatan transisi permainan.

Menurutnya, Les Bleus adalah salah satu tim terbaik di dunia dalam mengubah situasi bertahan menjadi menyerang.

“Dalam sepak bola modern, kadang pertandingan ditentukan dalam lima detik setelah bola direbut. Nah, Prancis sangat mematikan pada fase itu. Mereka bisa melakukan serangan balik seperti kilat,” katanya.

Tak hanya lini depan, perhatian Zulkifli juga tertuju pada ruang tengah Prancis yang dianggap sebagai “jantung permainan” paling lengkap di turnamen ini.

Aurélien Tchouaméni disebutnya sebagai gelandang yang mampu menjaga keseimbangan tim, sementara Warren Zaïre-Emery membawa energi muda yang tak kenal lelah.

Di sisi lain, kehadiran N’Golo Kanté memberi pengalaman dan kemampuan membaca permainan yang masih sangat dibutuhkan.

“Prancis punya lini tengah yang bisa bertarung, menguasai bola, dan menciptakan peluang sekaligus. Tidak banyak tim yang memiliki paket selengkap itu,” jelasnya.

Ketika pembahasan bergeser ke sektor pertahanan, Zulkifli kembali menunjukkan keyakinannya.

Ia menyebut William Saliba, Jules Koundé, Theo Hernández, dan Ibrahima Konaté sebagai “tembok baja” yang akan sulit ditembus penyerang mana pun.

Menurutnya, kekuatan Prancis dalam duel udara juga menjadi senjata yang sering terlupakan.

“Turnamen besar sering ditentukan bola mati. Nah, Prancis punya banyak pemain tinggi dan kuat yang bisa mencetak gol atau menyelamatkan tim dalam situasi seperti itu,” katanya.

Namun dari semua faktor yang disebutkan, ada satu hal yang paling membuat Zulkifli yakin.

Yakni usia para pemain inti Prancis yang saat ini berada dalam fase terbaik karier mereka.

“Mereka tidak terlalu muda, tapi juga belum tua. Dalam sepak bola, itu usia emas. Fisik sedang kuat-kuatnya, pengalaman juga sudah matang. Ini momentum yang sangat ideal,” ujarnya.

Bagi Zulkifli, faktor tersebut menjadi modal yang sulit ditandingi negara lain.

Ditambah lagi dengan pengalaman Didier Deschamps yang telah berkali-kali membawa Prancis melangkah jauh di turnamen besar.

“Deschamps tahu cara memenangkan turnamen. Dia bukan hanya pelatih, tapi manajer pertandingan yang sangat cerdas,” katanya.

Menutup wawancara, Legislator Sulsel itu kembali menegaskan prediksinya.

Meski mengakui Argentina, Spanyol, Brasil, dan Inggris memiliki peluang besar, ia tetap menempatkan Prancis di posisi terdepan.

“Kalau saya harus memilih satu tim untuk mengangkat trofi pada malam final nanti, saya pilih Prancis. Mereka punya skuad, mental, taktik, dan pengalaman. Semua bahan untuk menjadi juara dunia sudah ada di sana,” pungkas H. Zulkifli Zain kepada Katasulsel.com. (*)

Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Makassar Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar Makassar hanya di Katasulsel.com

👉 Lihat semua berita Makassar terbaru di sini