Jakarta, Katasulsel.com – Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama melalui ISNU Talent Pool Academy kembali menghadirkan kelas inspiratif bertajuk “Kelas Proposal Penelitian” yang menghadirkan narasumber Muhammad Aras Prabowo, Kaprodi Akuntansi UNUSIA sekaligus awardee Beasiswa Unggulan. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat, 10 April 2026 pukul 19.00 WIB dan menjadi bagian dari upaya membangun jalur terstruktur BIB 2026 menuju Indonesia Emas 2045.
Dalam pemaparannya, Dr. Aras menekankan bahwa kunci utama dalam menulis esai dan proposal penelitian adalah pemahaman yang kuat terhadap tujuan dan arah yang ingin dicapai. “Penulisan esai bukan sekadar formalitas, tetapi ruang untuk menunjukkan siapa diri kita, apa visi kita, dan bagaimana kita berkontribusi bagi Indonesia,” ujarnya. 10/04/2026.
Ia menjelaskan bahwa langkah awal yang krusial adalah memahami secara detail persyaratan beasiswa atau penelitian yang dituju. Menurutnya, banyak peserta gagal bukan karena tidak cerdas, tetapi karena kurang teliti membaca ketentuan. “Pastikan Anda memahami kriteria, timeline, dan fokus program. Ini fondasi awal sebelum menulis,” tegasnya.
Lebih lanjut, Dr. Aras menyoroti pentingnya keterkaitan antara program studi, rencana penelitian, dan tujuan karier. Ia menyatakan, “Esai yang kuat selalu menunjukkan benang merah antara latar belakang, rencana studi, dan kontribusi masa depan.”
Dalam sesi teknis, ia membagikan beberapa tips praktis. Pertama, tuliskan tujuan dan visi secara jelas. Kedua, gunakan pendekatan storytelling untuk menggambarkan pengalaman hidup dan pencapaian. “Ceritakan kisah Anda secara jujur dan reflektif. Di situlah nilai autentisitas muncul,” jelasnya.
Ketiga, uraikan rencana studi dan topik penelitian secara spesifik dan realistis. Keempat, tekankan kontribusi nyata bagi bangsa. “Jangan hanya bicara mimpi, tapi tunjukkan bagaimana Anda akan menyelesaikan masalah di Indonesia,” tambahnya.
Ia juga menegaskan pentingnya struktur dan kerapian tulisan. “Esai yang baik harus sistematis, bebas dari kesalahan tata bahasa, dan mudah dipahami.” Tahap akhir yang tidak kalah penting adalah proses editing dan revisi. “Tulisan hebat lahir dari proses perbaikan yang serius,” ungkapnya.
Kelas ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas peserta dalam menyusun proposal penelitian yang kompetitif sekaligus mencetak calon pemimpin intelektual masa depan. (*)
