JAKARTA — Harga emas kembali melemah pada Jumat, 29 Mei 2026. Di tengah situasi pasar global yang masih bergerak tidak stabil, logam mulia di berbagai produk ritel seperti Antam, UBS, hingga Galeri24 kompak menunjukkan penurunan bertahap.

Emas produksi PT Aneka Tambang Tbk ukuran 1 gram hari ini berada di kisaran Rp2.735.000 sampai Rp2.750.000. Sementara harga buyback tercatat sekitar Rp2.557.000 per gram. Di jaringan distribusi seperti Pegadaian, harga juga mengikuti pola yang sama, bergerak turun seiring tekanan pasar global.

Jika ditarik ke belakang, tren penurunan ini sudah berlangsung lima hari berturut-turut. Pada 25 Mei, harga masih di Rp2.803.000 per gram. Lalu turun pelan ke Rp2.798.000 pada 26 Mei, kembali melemah ke Rp2.785.000 pada 27 Mei, jatuh ke Rp2.754.000 pada 28 Mei, dan kini kembali terkoreksi di kisaran Rp2.735.000–Rp2.750.000.

Dalam lima hari, grafiknya terlihat seperti tangga turun pelan tapi konsisten.

Camat Paling Merakyat Versi Pembaca

Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.

Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.

1 perangkat/IP = 1 suara

Memuat 3 besar...

Kondisi ini disebut dipengaruhi penguatan dolar Amerika Serikat dan aksi ambil untung dari pelaku pasar global. Tekanan jual membuat emas belum mampu bangkit dalam jangka pendek.

Namun di sisi lain, suasana di lapangan tidak sepenuhnya negatif. Justru sebagian investor kecil dan pembeli rumahan mulai melihat situasi ini sebagai “momen diskon”. Saat harga turun, mereka perlahan kembali masuk untuk mengumpulkan emas sedikit demi sedikit, bukan sekaligus.

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, emas tetap dipandang sebagai “tabungan aman” yang tidak mudah hilang nilainya. Karena itu, meski harga turun, minat untuk menyimpan emas tidak ikut surut.

Pelaku pasar menilai, pergerakan seperti ini masih tergolong normal. Emas memang tidak selalu naik lurus, tapi bergerak dalam pola naik-turun yang dipengaruhi banyak faktor, mulai dari dolar, inflasi, hingga kondisi geopolitik dunia.

Bagi sebagian masyarakat, kondisi saat ini bukan sinyal panik, melainkan sinyal sabar. Menunggu harga lebih rendah, sambil pelan-pelan mengisi simpanan emas untuk jangka panjang. (*)

Mengawal akurasi dan kedalaman berita