Enrekang, katasulsel.com — Kecelakaan maut terjadi di jalur Trans Sulawesi poros Enrekang–Pinrang, tepatnya di Pendakian Mallaga, Desa Karrang, Kabupaten Enrekang, Rabu (15/4/2026) malam. Sebuah truk pengangkut bahan bangunan mundur tak terkendali dan menimpa mobil Daihatsu Xenia yang berada di belakangnya.

Peristiwa tragis ini menewaskan satu orang dan menyebabkan empat lainnya mengalami luka parah. Korban tewas diketahui merupakan pengemudi mobil Xenia yang terjepit di dalam kendaraan usai benturan keras.

Berdasarkan informasi di lapangan, insiden bermula saat truk Hino bernomor polisi DP 8924 JC yang dikemudikan Marson mengalami patah as roda saat melintasi tanjakan. Kondisi tersebut membuat kendaraan kehilangan kendali dan perlahan mundur di jalur menanjak.

Di saat bersamaan, mobil Daihatsu Xenia bernomor pelat DC 1401 DY yang dikemudikan Abdul Rahim berada tepat di belakang truk. Jarak yang terlalu dekat membuat pengemudi tidak memiliki ruang untuk menghindar.

Benturan keras pun tak terelakkan. Bagian depan mobil ringsek parah, sementara sopir terjepit di dalam kabin. Upaya penyelamatan dilakukan oleh warga dan pengendara lain yang berada di lokasi, namun proses evakuasi berlangsung dramatis.

Kondisi gelap di lokasi kejadian serta minimnya peralatan menjadi kendala utama dalam proses penyelamatan. Warga harus bekerja secara manual untuk mengevakuasi korban dari dalam kendaraan yang hancur.

Secara analisis, kecelakaan di jalur ini kembali menegaskan tingginya risiko di titik-titik tanjakan ekstrem Trans Sulawesi. Faktor teknis kendaraan, seperti kerusakan komponen vital, sering kali menjadi pemicu utama, terlebih jika tidak diantisipasi dengan sistem pengamanan tambahan.

Selain itu, jarak antar kendaraan di jalur menanjak juga menjadi faktor krusial. Dalam kondisi medan berat, kelalaian menjaga jarak dapat berujung fatal ketika kendaraan di depan mengalami gangguan.

Peristiwa di Pendakian Mallaga menjadi pengingat keras bahwa jalur distribusi utama di Sulawesi masih menyimpan potensi bahaya tinggi, terutama pada malam hari dengan visibilitas terbatas. Hingga kini, penanganan lebih lanjut masih dilakukan oleh pihak berwenang. (*)

Mengawal akurasi dan kedalaman berita