Sidrap, katasulsel.com – Bukan kumpul santai, ini forum serius rasa kekeluargaan. Tradisi tudang sipulung kembali digelar di Desa Lagading, dan jadi penanda kuat: musim tanam kedua 2026 siap digeber.
Suasananya khas—duduk bareng, ngobrol terbuka, tapi isinya padat strategi. Dari benih, pupuk, sampai urusan air, semua dibahas tanpa basa-basi. Petani, aparat, sampai pemerintah desa satu meja, satu frekuensi.
Yang menarik, sosok loreng juga ikut nimbrung. Babinsa Koramil 05/Dua Pitue, Rusdi, hadir langsung. Bukan sekadar formalitas, tapi benar-benar ikut menyatu dengan petani, memastikan semua kesiapan berjalan on track.
Kegiatan yang digelar di Sanggar Tani wilayah Pitu Riase, Sabtu (18/4/2026), dihadiri unsur lengkap. Mulai dari perwakilan camat, kepala desa, penyuluh pertanian, Bhabinkamtibmas, hingga tokoh masyarakat. Komposisinya lengkap, diskusinya tajam.
Tudang sipulung di sini bukan sekadar adat, tapi ruang “rapat lapangan” yang menentukan arah tanam. Semua persoalan teknis dibuka terang-terangan agar tidak jadi masalah di tengah musim.
Kehadiran Babinsa mempertegas bahwa urusan pangan bukan cuma tanggung jawab petani. Ada sinergi nyata antara TNI dan masyarakat untuk memastikan target produksi tercapai.
Dengan persiapan yang sudah matang dari awal, harapannya jelas: musim tanam kedua berjalan mulus, panen maksimal, dan ekonomi warga ikut terangkat.
Sidrap lagi menunjukkan satu hal penting—kalau semua duduk bareng dan ngomong jujur, hasilnya bukan cuma rencana, tapi panen nyata. (tp)
