Makassar, katasulsel.com — Kabar menggembirakan datang bagi calon jemaah haji asal Kabupaten Soppeng. Tahun ini, mereka mendapat giliran lebih awal. Soppeng dipastikan masuk kloter pertama yang akan diberangkatkan melalui Embarkasi Makassar.

Kepastian itu disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji Sulawesi Selatan, Iqbal Ismail. Ia menegaskan, seluruh persiapan teknis telah rampung, termasuk kesiapan petugas yang akan melayani jemaah selama proses pemberangkatan.

“Kloter 1 dari Soppeng dan kloter 2 dari Sidrap,” ujarnya.

Dengan posisi sebagai kloter pertama, jemaah asal Soppeng akan menjadi rombongan pembuka dalam rangkaian pemberangkatan haji tahun 2026 di Embarkasi Makassar. Jadwalnya pun sudah ditentukan. Jemaah mulai masuk embarkasi pada 21 April 2026, dan dijadwalkan terbang ke Tanah Suci pada 22 April 2026.

Bagi jemaah, momen ini bukan sekadar perjalanan ibadah. Ini adalah fase puncak setelah penantian panjang. Karena itu, kesiapan layanan menjadi krusial—mulai dari akomodasi, kesehatan, hingga kelancaran administrasi.

Iqbal memastikan, Embarkasi Makassar dalam kondisi siap penuh. Seluruh tahapan, termasuk pelantikan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), telah diselesaikan. Artinya, pelayanan terhadap jemaah sudah bisa berjalan optimal sejak kloter pertama.

Tahun ini, Embarkasi Makassar akan melayani 16.750 jemaah yang terbagi dalam 43 kelompok terbang (kloter). Tidak hanya dari Sulawesi Selatan, tetapi juga dari tujuh provinsi lain di kawasan timur Indonesia.

Khusus untuk Sulawesi Selatan, jumlah jemaah mencapai 9.860 orang, dengan Soppeng mendapat kehormatan sebagai daerah pembuka pemberangkatan.

Selain layanan standar, ada dua hal yang menjadi perhatian tahun ini: Kartu Nusuk dan Makkah Route. Dua sistem ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan haji, khususnya dalam mempercepat proses imigrasi dan mempermudah mobilitas jemaah di Arab Saudi.

Iqbal menyebut, koordinasi dengan berbagai pihak terus diperkuat, termasuk dengan imigrasi Arab Saudi dan panitia Makkah Route. Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak ada hambatan teknis saat jemaah mulai diberangkatkan.

“Kami terus intens berkoordinasi dengan seluruh stakeholder, terutama terkait layanan Makkah Route,” katanya.

Bagi jemaah Soppeng, posisi sebagai kloter pertama tentu menjadi kebanggaan tersendiri. Namun di balik itu, ada tanggung jawab besar: menjadi “pembuka jalan” bagi ribuan jemaah lainnya.

Kini, hitungan hari menuju keberangkatan semakin dekat. Persiapan fisik, mental, dan spiritual pun menjadi kunci.

Satu per satu jemaah akan berangkat. Dan dari Soppeng, langkah pertama itu akan dimulai. (*)

Merangkai data dan peristiwa menjadi narasi yang hidup dan informatif