Soppeng, Katasulsel.com β Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kajati Sulsel), Dr. Sila H. Pulungan, melontarkan pujian terbuka kepada jajaran Kejaksaan Negeri (Kejari) Soppeng atas capaian kinerja, kedisiplinan, hingga inovasi pelayanan yang dinilai menonjol dan konsisten.
Pujian tersebut disampaikan saat Kajati Sulsel melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kejari Soppeng pada Senin (18/5/2026), didampingi Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Wilayah Sulsel, Asisten Pembinaan Abdillah, dan Asisten Intelijen Ferizal.
Kunjungan ini sekaligus menjadi momen bersejarah, karena tercatat sebagai kunker pertama Kajati Sulsel ke Kejari Soppeng sejak terakhir dilakukan pada 2019.
Dalam agenda tersebut, Kajati Sulsel turun langsung meninjau seluruh area kantor Kejari Soppeng, mulai dari ruang kerja hingga fasilitas pelayanan publik. Hasilnya, ia mengaku terkesan dengan kondisi kantor yang dinilai bersih, rapi, dan tertata dengan baik.
Camat Paling Merakyat Versi Pembaca
Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.
Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.
1 perangkat/IP = 1 suara
βFasilitas kantor Kejari Soppeng terawat dengan sangat baik, dalam keadaan bersih dan rapi. Apa yang sudah baik ini silakan diteruskan,β puji Kajati Sulsel, Dr. Sila H. Pulungan.
Tidak hanya soal kebersihan dan kerapian, Kajati juga menyoroti semangat kerja serta inovasi yang dikembangkan Kejari Soppeng dalam meningkatkan kualitas pelayanan hukum kepada masyarakat.
Di hadapan jajaran Kejari Soppeng, Kajati Sulsel menegaskan bahwa capaian yang telah diraih harus dipertahankan bahkan ditingkatkan, terutama dalam menjaga integritas dan profesionalisme aparat kejaksaan di daerah.
Kepala Kejari Soppeng, Sulta D. Sitohang, dalam kesempatan tersebut memaparkan berbagai capaian kinerja yang berhasil ditorehkan satuannya. Saat ini Kejari Soppeng diperkuat 56 pegawai yang terdiri dari 14 jaksa dan 42 tenaga tata usaha, dengan dukungan anggaran Rp7,27 miliar dan realisasi 51,36 persen.
Kejari Soppeng juga mencatat prestasi nasional sebagai pelaksana pertama plea bargaining di Indonesia, serta berhasil meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan tengah melaju menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Capaian tersebut diperkuat dengan dua inovasi unggulan, yakni Sistem Informasi Kejaksaan Peduli Desa dan program Adhyaksa Mappoji Anak, yang dinilai berdampak langsung pada pelayanan masyarakat.
Apresiasi juga datang dari jajaran Kejati Sulsel. Asisten Pembinaan Abdillah menilai Kejari Soppeng disiplin dalam pengelolaan data kepegawaian melalui aplikasi MySimkari, sementara Asisten Intelijen Ferizal mendorong agar inovasi terus dikembangkan di tengah tuntutan efisiensi kerja.
Kunjungan kerja ini menegaskan posisi Kejari Soppeng sebagai salah satu satuan kerja yang dinilai menonjol di lingkungan Kejati Sulsel, baik dari sisi tata kelola, inovasi, maupun budaya kerja yang dinilai tertib dan progresif.(*)
