SOPPENG – Desa Baringeng, Kecamatan Lilirilau, tidak hanya menjadi lokasi pengabdian mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas). Selama beberapa pekan terakhir, desa ini berubah menjadi “laboratorium kesehatan masyarakat” tempat berbagai inovasi diterapkan langsung untuk menjawab persoalan yang dihadapi warga.

Hal itu terungkap dalam Seminar Akhir Praktik Belajar Lapangan (PBL) III mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Unhas yang digelar di Dusun Takku, Desa Baringeng, Senin (6/7/2026).

Di hadapan pemerintah desa, kader kesehatan, PKK, Puskesmas Baringeng, tokoh masyarakat, hingga warga setempat, mahasiswa memaparkan hasil pelaksanaan 7 program inovasi kesehatan yang dirancang khusus berdasarkan kebutuhan masyarakat Desa Baringeng.

Yang menarik, program-program tersebut tidak dibangun dengan pendekatan bantuan sesaat. Mahasiswa justru mengembangkan model berbasis potensi lokal atau aset masyarakat agar dapat terus berjalan meski masa pengabdian mereka telah berakhir.

Tiga Masalah, Tujuh Solusi

Dari hasil identifikasi lapangan, mahasiswa menemukan tiga isu kesehatan yang menjadi perhatian utama di Desa Baringeng, yakni hipertensi, kebiasaan merokok di dalam rumah, dan persoalan sampah rumah tangga.

Untuk menjawab tantangan tersebut, lahirlah tujuh program inovasi yang diberi nama unik dan mudah diingat masyarakat.

Program tersebut meliputi CERDIK untuk pencegahan hipertensi melalui edukasi dan deteksi faktor risiko, SENADA berupa senam anti hipertensi bagi warga, SI TOGA yang melibatkan siswa dalam pemanfaatan tanaman obat keluarga, serta TOGA BERDAYA yang mengembangkan kebun tanaman obat berbasis aset masyarakat.

Selain itu, mahasiswa juga menghadirkan RUMAH BERSERI untuk mendorong rumah sehat bebas asap rokok, SERASI berupa stiker edukasi rumah aman dan sehat, serta SAHABAT yang mengajak warga mengelola sampah menjadi barang yang bernilai manfaat.

Ketujuh program tersebut disusun menggunakan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) dan Human Centered Design (HCD), dua metode yang menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama perubahan.

Bukan Sekadar Program Mahasiswa

Bagi warga Baringeng, kegiatan ini bukan sekadar agenda akademik mahasiswa. Seminar akhir juga menjadi momentum penyerahan komitmen keberlanjutan program kepada pemerintah desa dan seluruh mitra yang terlibat.

Ketua PKK Desa Baringeng, Nur Hafzah, menilai kolaborasi yang terbangun selama kegiatan menjadi modal penting untuk menjaga keberlangsungan program.

Menurutnya, keberhasilan sebuah program tidak hanya diukur dari jumlah kegiatan yang terlaksana, tetapi dari seberapa lama manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.

“Saya berharap program-program yang telah dilaksanakan dapat terus dilanjutkan dan partisipasi masyarakat semakin meningkat,” ujarnya.

Harapan Baru untuk Baringeng

Keberhasilan mahasiswa menghadirkan tujuh program sekaligus menunjukkan bahwa persoalan kesehatan masyarakat tidak selalu harus diselesaikan dengan anggaran besar. Dengan memanfaatkan sumber daya yang sudah ada di desa, berbagai perubahan dapat dimulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga dan komunitas.

Melalui program tersebut, Desa Baringeng kini memiliki sejumlah model kegiatan yang dapat terus dikembangkan oleh pemerintah desa, kader kesehatan, sekolah, Karang Taruna, maupun kelompok masyarakat lainnya.

Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Unhas berharap inovasi yang telah dibangun bersama warga tidak berhenti setelah seminar berakhir. Sebaliknya, program-program tersebut diharapkan menjadi bagian dari gerakan jangka panjang untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di Desa Baringeng dan Kabupaten Soppeng secara umum.

Dengan lahirnya tujuh inovasi berbasis masyarakat itu, Desa Baringeng kini menjadi contoh bagaimana kolaborasi antara kampus, pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan warga dapat menghasilkan solusi nyata bagi persoalan kesehatan di tingkat desa.

Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Soppeng Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar Soppeng hanya di Katasulsel.com

👉 Lihat semua berita Soppeng terbaru di sini