Soppeng, katasulsel.com — Harga cabai di Kabupaten Soppeng mendadak “lebih panas” dibanding cuaca siang hari. Menjelang Hari Raya Iduladha 2026, harga cabai rawit di sejumlah pasar tradisional melonjak tajam hingga menyentuh Rp100 ribu per kilogram.

Kenaikan itu membuat para pembeli mulai mengurangi jumlah belanja. Pedagang pun mengaku situasi pasar berubah dalam beberapa hari terakhir. Jika biasanya cabai dibeli dalam jumlah besar, kini banyak warga memilih membeli seperempat kilogram bahkan hanya beberapa ons.

Fenomena ini bukan sekadar soal bumbu dapur. Dalam teori ekonomi pasar, cabai memang sering disebut sebagai “komoditas psikologis”. Sedikit gangguan distribusi atau berkurangnya pasokan, efeknya langsung terasa di dapur rumah tangga.

Momentum Iduladha ikut memperbesar permintaan. Konsumsi rumah tangga meningkat. Aktivitas memasak bertambah. Di sisi lain, pasokan dari petani disebut mulai berkurang akibat faktor cuaca dan distribusi.

Camat Paling Merakyat Versi Pembaca

Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.

Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.

1 perangkat/IP = 1 suara

Memuat 3 besar...

Lonjakan harga cabai menjelang hari besar sebenarnya menjadi pola tahunan. Namun kali ini kenaikannya dinilai lebih agresif. Dari kisaran normal Rp40 ribu hingga Rp60 ribu per kilogram, kini melesat hampir dua kali lipat.

Pedagang mengaku kenaikan terjadi bertahap dalam sepekan terakhir. Harga dari distributor lebih tinggi dibanding sebelumnya. Kondisi itu otomatis memengaruhi harga jual di tingkat pasar.

Situasi ini membuat cabai kembali menjadi “indikator emosional” masyarakat. Ketika harga beras naik, warga masih bisa menyesuaikan konsumsi. Tetapi saat cabai melonjak, reaksi pasar biasanya lebih cepat terasa.

Data nasional memang menunjukkan harga pangan strategis cenderung bergerak menjelang hari besar keagamaan. Cabai termasuk salah satu komoditas paling fluktuatif di Indonesia.

Warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera melakukan langkah stabilisasi pasar agar lonjakan harga tidak semakin membebani masyarakat menjelang Iduladha.

Mengawal akurasi dan kedalaman berita