Pinrang, katasulsel.com — Bantuan pangan kembali “digelontorkan”. Kali ini, giliran puluhan ribu warga di Kabupaten Pinrang yang merasakan dampaknya. Angkanya tidak kecil: 46.014 penerima.
Program ini dijalankan oleh Perum Bulog bersama Pemerintah Kabupaten Pinrang untuk periode Februari–Maret 2026. Isinya sederhana tapi krusial bagi dapur rumah tangga: beras dan minyak goreng.
Pelepasan bantuan dilakukan di Aula Kantor Desa Tanratuo, Kecamatan Cempa, Jumat (17/4/2026). Wakil Bupati Pinrang, Sudirman Bungi, hadir langsung memantau.
Di tengah tekanan ekonomi yang masih terasa di lapisan bawah, bantuan seperti ini kerap disebut sebagai “penjaga napas” masyarakat. Setidaknya, untuk kebutuhan pokok harian.
Pimpinan Cabang Bulog Pinrang, Faizal Jafar, tidak menampik hal itu. Menurutnya, program ini memang dirancang untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus menjadi bantalan sosial agar ekonomi lokal tetap bergerak.
“Ini bagian dari upaya menjaga stabilitas. Supaya masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan pokok, dan inflasi juga tetap terkendali,” jelas Faizal.
Setiap penerima bantuan pangan (PBP) mendapatkan 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng per bulan. Namun penyalurannya dilakukan sekaligus untuk dua bulan.
Artinya, warga langsung menerima paket dua bulan dalam satu tahap distribusi.
Menariknya, jumlah penerima bantuan tahun ini melonjak cukup tajam. Data Bulog mencatat, pada 2024 jumlah PBP masih di angka 23.248 orang. Tahun 2025 naik menjadi 24.560 orang. Dan di 2026, angka itu hampir dua kali lipat: 46.014 penerima.
Lonjakan ini bisa dibaca sebagai dua sisi. Di satu sisi, jangkauan bantuan makin luas. Di sisi lain, ini juga menjadi cermin bahwa kebutuhan perlindungan sosial masih tinggi.
Wakil Bupati Pinrang, Sudirman Bungi, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar bantuan rutin. Ada misi yang lebih besar di baliknya.
Mulai dari penanggulangan kemiskinan, penurunan angka stunting, hingga menjaga stabilitas harga pangan di tengah fluktuasi pasar.
“Ini bagian dari perhatian pemerintah pusat kepada masyarakat. Kita berharap bantuan ini benar-benar dimanfaatkan dengan baik,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya penggunaan bantuan secara bijak, agar benar-benar berdampak pada ketahanan pangan keluarga.
Untuk wilayah Kecamatan Cempa sendiri, bantuan ini menyasar 142 penerima. Sementara di tingkat kabupaten, distribusi dilakukan bertahap dengan prinsip tepat sasaran.
Di tengah berbagai tantangan ekonomi, program seperti ini memang sering menjadi “tameng sosial”. Tidak menyelesaikan semua persoalan, tapi cukup untuk menjaga agar masyarakat tetap bertahan.
Dan untuk saat ini, bagi 46 ribu lebih warga Pinrang, setidaknya dapur masih bisa tetap “ngebul” (*)
Cluster pinrang: Lihat berita pinrang
