PINRANG, Katasulsel.com – Kepala SPPG Malimpung 001, Muhammad Ali Ihwan, menegaskan bahwa makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diproduksi pihaknya dipastikan layak konsumsi dan telah melalui prosedur pengolahan serta distribusi yang ketat sesuai standar yang berlaku.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul beredarnya informasi di media sosial terkait dugaan makanan MBG yang dinilai tidak layak konsumsi. Menurut Ali Ihwan, masyarakat diharapkan tidak terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum dilakukan pemeriksaan dan verifikasi secara menyeluruh.

“Kami mengimbau semua pihak untuk mengedepankan fakta dan proses verifikasi. Sampai saat ini, kami belum menerima laporan resmi yang disertai kronologi lengkap maupun bukti yang dapat memastikan bahwa kondisi makanan yang ditampilkan merupakan kondisi saat pertama kali diterima oleh penerima manfaat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kondisi makanan setelah diterima penerima manfaat sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti cara penyimpanan, penanganan, hingga rentang waktu antara penerimaan dan konsumsi. Sementara itu, informasi yang beredar tidak menjelaskan secara rinci kapan makanan tersebut dikonsumsi maupun kapan dokumentasi yang beredar diambil.

Camat Paling Merakyat Versi Pembaca

Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.

Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.

1 perangkat/IP = 1 suara

Memuat 3 besar...

Ali Ihwan juga mengungkapkan bahwa pada hari distribusi yang sama, makanan MBG diterima oleh banyak penerima manfaat lainnya dan tidak ditemukan adanya laporan serupa. Karena itu, pihaknya menilai diperlukan investigasi yang objektif untuk mengetahui penyebab sebenarnya secara jelas dan menyeluruh.

“Kami mendukung proses pemeriksaan yang objektif dan transparan agar masyarakat memperoleh informasi yang benar dan berimbang. Jangan sampai proses produksi langsung disalahkan tanpa adanya verifikasi yang memadai,” katanya.

Menurutnya, masyarakat juga perlu memahami bahwa keamanan pangan tidak hanya ditentukan oleh proses produksi, tetapi juga oleh rangkaian distribusi, penyimpanan, dan penanganan makanan setelah diterima hingga dikonsumsi.

Sebagai bentuk tanggung jawab, SPPG Malimpung 001 mengaku terus melakukan evaluasi internal dan siap bekerja sama dengan pihak terkait apabila diperlukan pemeriksaan lebih lanjut. Pihaknya menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kualitas, keamanan, dan kelayakan makanan yang didistribusikan kepada para penerima manfaat.

“Kami terbuka terhadap setiap masukan dan laporan dari masyarakat. Namun, kami berharap seluruh proses dapat dilakukan berdasarkan data, fakta, dan hasil verifikasi yang objektif,” tutupnya. (*)

Mengawal akurasi dan kedalaman berita