Dairi, Katasulsel.com — Isu dugaan praktik “panjar jabatan” di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi kian menghangat. Bupati Dairi, Vickner Sinaga, memastikan pihaknya kini tengah menelusuri informasi yang beredar, termasuk dugaan keterlibatan sejumlah oknum dalam penawaran pekerjaan dan jabatan dengan imbalan uang.

Vickner menegaskan, pemerintah daerah tidak akan menutup mata terhadap setiap laporan yang masuk, apalagi jika menyangkut integritas birokrasi.

“Siapa pun yang merasa dirugikan silakan menyampaikan pengaduan secara resmi. Beberapa kasus sudah dalam proses. Ada belasan orang yang terkait dugaan oknum yang menjanjikan pekerjaan, jabatan, dan sebagainya,” ujar Vickner, Jumat (5/6/2026).

Menurutnya, saat ini sejumlah informasi yang beredar di masyarakat juga tengah didalami, termasuk dugaan adanya praktik uang “panjar” dalam proses tertentu di lingkungan kerja pemerintah.

Ia menyebut, pola yang muncul dalam dugaan tersebut tidak tunggal. Ada variasi modus yang kini sedang dipetakan oleh pihak terkait.

“Modusnya bermacam-macam. Ada yang terkait tenaga harian, ada juga yang disebut-sebut terjadi pada periode sebelumnya. Semua sedang kita telusuri,” tambahnya.

Di tengah proses penelusuran itu, publik dikejutkan dengan beredarnya sebuah kuitansi yang disebut-sebut berkaitan dengan penerimaan uang sebesar Rp20 juta sebagai uang panjar. Dokumen tersebut bertanggal Sidikalang, 9 Mei 2026, dan mencantumkan tanda tangan pihak berinisial SM.