Informasi lain yang beredar menyebutkan, pihak yang diduga memberikan uang berinisial R merupakan seorang guru berstatus aparatur sipil negara (ASN). Sementara penerima uang disebut berinisial S yang dikaitkan dengan salah satu posisi jabatan tertentu.

Namun hingga berita ini diturunkan, pihak-pihak yang disebut dalam informasi tersebut belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi masih belum membuahkan hasil.

Pemerintah Kabupaten Dairi menegaskan bahwa seluruh informasi yang berkembang tidak akan langsung dijadikan kesimpulan, melainkan harus melalui proses verifikasi dan penyelidikan yang sesuai mekanisme.

Vickner menegaskan, pihaknya akan menunggu hasil proses yang sedang berjalan sebelum mengambil langkah lebih lanjut.

“Kita tunggu hasil penelusuran. Semua harus berbasis fakta, bukan asumsi,” tegasnya.

Di tengah sorotan publik, kasus ini kini menjadi perhatian luas di Dairi. Bukan hanya soal dugaan praktiknya, tetapi juga soal bagaimana birokrasi daerah menjaga kepercayaan publik di tengah derasnya isu yang beredar.

Untuk sementara, satu hal yang pasti: penyelidikan masih berjalan, dan semua pihak yang disebut masih dalam tahap klarifikasi.(*)