Makassar, katasulsel.com — Ada suasana berbeda di ruang pertemuan Hotel Unhas & Convention Center, Makassar, Sabtu (20/6/2026). Bukan hanya karena berkumpulnya tokoh-tokoh asal Sidenreng Rappang dari berbagai daerah, tetapi juga karena pidato Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, yang sarat dengan pesan optimisme dan tantangan pembangunan.
Di hadapan peserta Musyawarah Besar (Mubes) ke-8 Ikatan Kekerabatan Masyarakat Sidenreng Rappang (IKM) dan Ikatan Sarjana Asal Sidrap (ISA), Syaharuddin tak sekadar menyampaikan sambutan. Ia memaparkan kondisi terkini Sidrap, capaian pemerintahannya, hingga mimpi besar yang ingin diwujudkan dalam beberapa tahun ke depan.
Salah satu pernyataan yang paling menyita perhatian adalah ajakannya kepada warga Sidrap yang sukses di luar daerah agar tidak melupakan kampung halaman.
“Ayo kita pulang ke Sidrap, kita bangun sama-sama daerah yang kita cintai,” ajaknya yang disambut tepuk tangan peserta.
Bupati kemudian membeberkan sejumlah capaian yang menurutnya menjadi fondasi menuju Sidrap yang lebih maju.
Program BPJS gratis bagi masyarakat disebut telah terealisasi sepenuhnya. Sektor pertanian yang menjadi denyut utama ekonomi daerah juga menunjukkan peningkatan signifikan.
Produksi gabah yang sebelumnya berada di kisaran 400 ribu ton kini melonjak menjadi 679 ribu ton. Angka itu bahkan belum menjadi titik akhir.
Pemerintah Kabupaten Sidrap kini membidik target yang jauh lebih besar, yakni produksi satu juta ton gabah. Jika tercapai, nilai ekonomi yang berputar diperkirakan mencapai sekitar Rp7 triliun.
Tak hanya sektor pertanian, Syaharuddin juga mengangkat persoalan jalan rusak yang selama bertahun-tahun menjadi keluhan warga.
Menurutnya, saat ini pemerintah tengah berpacu memperbaiki ratusan kilometer ruas jalan yang tersebar di berbagai wilayah Sidrap.
Beberapa ruas strategis yang telah mendapatkan penanganan di antaranya jalur Sidrap-Soppeng, Tanrutedong-Dongi, Bulucenrana-Anabanua, hingga Laccirang-Dongi.
Di bidang ekonomi, Syaharuddin mengklaim Sidrap mengalami lonjakan pertumbuhan yang cukup signifikan.
Dari sebelumnya sekitar 4 persen, pertumbuhan ekonomi daerah kini disebut mencapai 7,7 persen. Pada saat yang sama, angka kemiskinan juga mengalami penurunan.
Tak berhenti di situ, tahun 2026 disebut akan menjadi tahun yang sibuk bagi Sidrap.
Daerah ini dijadwalkan menjadi tuan rumah berbagai kegiatan berskala besar, termasuk Porseni PGRI Sulsel yang diperkirakan menghadirkan puluhan ribu peserta dari berbagai daerah.
Menurut Syaharuddin, semakin banyak orang datang ke Sidrap, semakin besar pula peluang ekonomi yang tercipta bagi masyarakat.
Karena itu, ia berharap dukungan seluruh elemen, termasuk warga Sidrap di perantauan, untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan daerah.
“Sidrap tidak bisa dibangun sendiri oleh pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi semua pihak, termasuk keluarga besar Sidrap yang berada di luar daerah,” tegasnya.
Mubes ke-8 IKM dan ISA sendiri menjadi momentum penting bagi masyarakat Sidrap untuk mempererat silaturahmi, memilih kepengurusan baru periode 2026-2031, sekaligus menyatukan gagasan dalam mendukung kemajuan daerah.
Di tengah berbagai tantangan pembangunan, satu pesan yang paling membekas dari forum tersebut adalah ajakan sederhana namun bermakna:
Jangan hanya bangga berasal dari Sidrap, tetapi ikut mengambil bagian dalam membangun Sidrap. (*)
