Jakarta, Katasulsel.com — Pelemahan nilai tukar rupiah yang terus bergerak turun membuat suasana pasar keuangan nasional kembali jadi perhatian. Di tengah kondisi itu, Komisi XI DPR RI memanggil Bank Indonesia dalam rapat kerja di kompleks parlemen, Senin (18/5/2026).

Sejumlah petinggi bank sentral terlihat hadir dalam rapat tersebut, termasuk Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo bersama jajaran deputi gubernur.

Meski belum ada penjelasan resmi dari DPR soal isi pembahasan secara detail, agenda rapat disebut membahas laporan kinerja Bank Indonesia sepanjang tahun 2025. Namun situasi rupiah yang terus tertekan diperkirakan menjadi topik paling panas dalam pertemuan itu.

Sebab di waktu yang hampir bersamaan, nilai tukar rupiah kembali melemah cukup dalam terhadap dolar Amerika Serikat.

Camat Paling Merakyat Versi Pembaca

Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.

Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.

1 perangkat/IP = 1 suara

Memuat 3 besar...

Berdasarkan data perdagangan Senin pagi sekitar pukul 10.20 WIB, rupiah tercatat berada di level Rp17.660 per dolar AS atau melemah sekitar 1,15 persen.

Angka itu lebih rendah dibanding pembukaan perdagangan yang sudah lebih dulu turun ke kisaran Rp17.630 per dolar AS.

Kalau dibandingkan posisi terakhir sebelum libur panjang pekan lalu, tekanan terhadap rupiah memang terlihat cukup tajam. Pada penutupan perdagangan Rabu (13/5/2026), rupiah sebenarnya sempat menguat tipis di level Rp17.460 per dolar AS.

Namun setelah pasar kembali dibuka, tekanan langsung datang lagi.

Pengamat pasar menilai kuatnya dolar AS di pasar global masih menjadi faktor utama yang menekan mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia.

Hal itu terlihat dari indeks dolar AS atau DXY yang masih bergerak naik ke level 99,353 pada perdagangan yang sama.

Situasi ini membuat pelaku pasar mulai menunggu langkah Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas rupiah agar pelemahannya tidak bergerak terlalu liar.

Di DPR sendiri, rapat dengan Bank Indonesia diperkirakan bukan hanya membahas soal kurs, tetapi juga kondisi ekonomi nasional secara umum, termasuk stabilitas sistem keuangan dan strategi menghadapi tekanan global.

Sebab ketika rupiah melemah terlalu dalam, dampaknya bisa terasa ke banyak sektor. Mulai dari harga barang impor, biaya produksi industri, hingga tekanan terhadap inflasi dalam negeri.

Hingga berita ini diturunkan, rapat kerja antara Komisi XI DPR dan Bank Indonesia masih berlangsung tertutup.

Penulis: Achmad Sugiyanto

Mengawal akurasi dan kedalaman berita

Update terbaru: 18 Mei 2026 19:47 WIB