Barcelona, katasulsel.com — Pebalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, kembali bikin kejutan di ajang Moto3 Catalunya 2026.

Meski start dari posisi ke-20, rider Honda Team Asia itu berhasil menutup balapan di posisi kedelapan pada race yang berlangsung di Sirkuit Barcelona-Catalunya, Minggu (17/5/2026).

Hasil itu terasa spesial karena Veda berhasil menyalip 12 pebalap sepanjang balapan berlangsung.

Di kelas Moto3, kemampuan seperti itu biasa disebut recovery race — istilah ketika pebalap mampu bangkit luar biasa dari posisi belakang hingga masuk rombongan depan.

Camat Paling Merakyat Versi Pembaca

Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.

Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.

1 perangkat/IP = 1 suara

Memuat 3 besar...

Dan Veda melakukannya dengan sangat tenang.

Padahal sebelum balapan, banyak yang memprediksi Veda bakal kesulitan karena memulai race dari barisan belakang.

Apalagi karakter Moto3 dikenal brutal dengan slipstream battle dan overtake agresif hampir di setiap tikungan.

Namun begitu lampu start padam, Veda langsung tampil menyerang.

Pebalap asal Gunungkidul, Yogyakarta, itu bahkan langsung merangsek ke posisi 12 hanya beberapa lap setelah start.

Tak butuh waktu lama, Veda sempat masuk posisi sembilan di awal balapan sebelum terus terlibat duel ketat dengan rombongan depan.

Yang menarik, Veda terlihat tampil tanpa tekanan besar.

Berbeda dengan sejumlah pebalap lain yang justru tampil hati-hati karena dibebani target podium, Veda terlihat lebih lepas memainkan racing pace miliknya.

Dalam dunia balap, racing pace adalah kemampuan menjaga ritme dan konsistensi kecepatan sepanjang lomba.

Dan itu terlihat jelas dari cara Veda menjaga tempo hingga lap terakhir.

Saat pebalap lain mulai kehilangan ritme akibat duel ketat, Veda justru perlahan naik posisi.

Momentum besar datang ketika Jesus Rios terjatuh di lap ke-17.

Veda langsung naik ke posisi sembilan sebelum akhirnya mengunci finis kedelapan di lap terakhir.

Menariknya lagi, gap Veda dengan rombongan depan sebenarnya sangat tipis.

Ia finis hanya terpaut kurang dari satu detik dari pemenang balapan, Maximo Quiles.

Hal itu menunjukkan level persaingan Moto3 saat ini benar-benar ketat.

Balapan sendiri dimenangkan Maximo Quiles dari CFMOTO Gaviota Aspar Team, disusul Alvaro Carpe dan David Munoz di podium.

Sementara rival Asia Tenggara, Hakim Danish dari Malaysia, finis tepat satu posisi di depan Veda di urutan ketujuh.

Namun banyak pengamat justru menilai performa Veda lebih mencuri perhatian.

Sebab memulai balapan dari posisi 20 lalu finis delapan besar menunjukkan kemampuan adaptasi, mental, dan race craft yang matang.

Race craft sendiri merupakan istilah dalam dunia balap untuk menggambarkan kecerdasan pebalap membaca situasi lomba, menentukan timing menyalip, dan menjaga ban serta ritme.

Dan di Catalunya, Veda memperlihatkan semuanya.

Bukan podium memang.

Tapi dari cara dia membalap, Veda Ega Pratama mulai menunjukkan bahwa dirinya bukan sekadar pelengkap di Moto3 musim ini.

Pemimpin Redaksi
Edy Basri adalah Pemimpin Redaksi Katasulsel.com. Lulus Ujian Kompetensi Wartawan (UKW) Dewan Pers sejak 2018 (Wartawan Utama). Sebelumnya sebagai jurnalis di Koran Harian Fajar.

Update terbaru: 17 Mei 2026 20:30 WIB