Fokus ganda seperti ini hanya berhasil jika sinkron.

Jika tidak, justru terjadi paradoks:

Infrastruktur tumbuh → tapi kesejahteraan stagnan
Atau kesejahteraan didorong → tapi tidak berkelanjutan

Karena itu, kunci sebenarnya ada di satu hal yang tidak diucapkan secara eksplisit:

urutan prioritas dalam eksekusi.

Bukan sekadar dua fokus.

Tapi mana yang didorong duluan, mana yang mengikuti.

Dari membaca arah kebijakan dan horizon 2029, pola yang terlihat cukup jelas:

Infrastruktur didorong di depan.
Kesejahteraan dipanen di belakang.

Ini model “tanam dulu, panen kemudian”.

Bukan model populis jangka pendek.

Dan itu terlihat konsisten dengan langkah-langkah yang mulai mengarah pada:

penguatan sektor pertanian
dorongan investasi
pengembangan fasilitas ekonomi baru

Semua itu adalah indikator bahwa mesin ekonomi sedang disiapkan, bukan sekadar digerakkan.

Pertanyaan akhirnya sederhana:

Apakah strategi ini realistis?

Jawabannya: iya—dengan catatan.

Jika eksekusi berjalan disiplin, maka dalam 3 tahun ke depan:

Pertumbuhan ekonomi bisa terdorong di kisaran 6–7%
Pendapatan petani bisa naik 10–20%
Efisiensi distribusi menjadi pembeda utama Sidrap dibanding daerah lain

Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar Sidrap hanya di Katasulsel.com

👉 Lihat semua berita Sidrap terbaru di sini