Fokus ganda seperti ini hanya berhasil jika sinkron.

Jika tidak, justru terjadi paradoks:

Infrastruktur tumbuh β†’ tapi kesejahteraan stagnan
Atau kesejahteraan didorong β†’ tapi tidak berkelanjutan

Karena itu, kunci sebenarnya ada di satu hal yang tidak diucapkan secara eksplisit:

Camat Paling Merakyat Versi Pembaca

Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.

Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.

1 perangkat/IP = 1 suara

Memuat 3 besar...

urutan prioritas dalam eksekusi.

Bukan sekadar dua fokus.

Tapi mana yang didorong duluan, mana yang mengikuti.

Dari membaca arah kebijakan dan horizon 2029, pola yang terlihat cukup jelas:

Infrastruktur didorong di depan.
Kesejahteraan dipanen di belakang.

Ini model β€œtanam dulu, panen kemudian”.

Bukan model populis jangka pendek.

Dan itu terlihat konsisten dengan langkah-langkah yang mulai mengarah pada:

penguatan sektor pertanian
dorongan investasi
pengembangan fasilitas ekonomi baru

Semua itu adalah indikator bahwa mesin ekonomi sedang disiapkan, bukan sekadar digerakkan.

Pertanyaan akhirnya sederhana:

Apakah strategi ini realistis?

Jawabannya: iyaβ€”dengan catatan.

Jika eksekusi berjalan disiplin, maka dalam 3 tahun ke depan:

Pertumbuhan ekonomi bisa terdorong di kisaran 6–7%
Pendapatan petani bisa naik 10–20%
Efisiensi distribusi menjadi pembeda utama Sidrap dibanding daerah lain

Pemimpin Redaksi
Edy Basri adalah Pemimpin Redaksi Katasulsel.com. Lulus Ujian Kompetensi Wartawan (UKW) Dewan Pers sejak 2018 (Wartawan Utama). Sebelumnya sebagai jurnalis di Koran Harian Fajar.

Update terbaru: 29 Maret 2026 20:42 WIB