Makassar, katasulsel.com — Musyawarah Besar (Mubes) ke-8 Ikatan Kekerabatan Masyarakat Sidenreng Rappang (IKM) dan Ikatan Sarjana Asal Sidrap (ISA) di Hotel Unhas & Convention Center, Makassar, Sabtu (20/6/2026), bukan sekadar agenda pergantian kepengurusan organisasi.

Di hadapan ratusan tokoh dan warga Sidrap yang datang dari berbagai daerah, Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif memanfaatkan momentum tersebut untuk menyampaikan “rapor” satu tahun pemerintahannya sekaligus membeberkan target besar yang sedang disiapkan untuk Kabupaten Sidrap.

Suasana forum sempat menghangat ketika Syaharuddin mengungkap sejumlah capaian yang diklaim berhasil diraih dalam waktu relatif singkat.

“Saya diberikan amanah oleh masyarakat Sidrap kurang lebih 70 persen. Amanah itu akan saya jaga sampai masa jabatan saya selesai,” kata Syaharuddin.

Dalam paparannya, ia menyebut program BPJS gratis bagi masyarakat telah terealisasi sepenuhnya. Program distribusi pupuk yang selama ini menjadi keluhan petani juga disebut mulai berjalan lebih lancar.

Namun yang paling menyita perhatian peserta Mubes adalah data pertumbuhan ekonomi Sidrap yang disebut melonjak hingga 7,7 persen.

Menurut Syaharuddin, angka tersebut naik signifikan dibanding capaian sebelumnya yang berada di kisaran 4 persen.

Tak hanya itu, angka kemiskinan juga disebut turun dari sekitar 5 persen menjadi 4 persen.

Bupati menilai capaian tersebut tidak lepas dari meningkatnya produktivitas sektor pertanian yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi Sidrap.

Produksi gabah yang sebelumnya berada di kisaran 400 ribu ton, disebut meningkat menjadi 679 ribu ton. Bahkan, pemerintah daerah kini memasang target ambisius mencapai satu juta ton gabah.

Jika target itu tercapai, nilai ekonomi yang berputar diperkirakan bisa menyentuh Rp7 triliun.

Selain sektor pertanian, Syaharuddin juga menyoroti persoalan infrastruktur yang menjadi perhatian utama masyarakat.

Ia mengungkapkan, saat mulai memimpin, panjang jalan rusak di Sidrap mencapai sekitar 955 kilometer.

Tahun ini, sekitar 30 kilometer jalan telah diperbaiki melalui kombinasi dukungan pemerintah pusat, bantuan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, serta efisiensi anggaran daerah bersama DPRD.

Beberapa ruas yang telah mendapatkan penanganan antara lain jalur Sidrap-Soppeng, Tanrutedong-Dongi, Bulucenrana-Anabanua, Bina Baru-Kulo-Maddenge, Rijang Pannua-Mario, hingga Laccirang-Dongi.

Di hadapan para perantau Sidrap, Syaharuddin juga menyampaikan optimisme menghadapi tahun 2026.

Ia menargetkan berbagai agenda besar akan membawa pergerakan ekonomi baru bagi daerah, termasuk pelaksanaan Porseni PGRI Sulsel yang diperkirakan menghadirkan sekitar 65 ribu peserta ke Sidrap.

Tak hanya itu, ia juga berharap jumlah mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Hasanuddin yang ditempatkan di Sidrap dapat meningkat hingga 2.200 orang.

Menutup sambutannya, Syaharuddin mengajak warga Sidrap yang berada di luar daerah untuk ikut terlibat dalam pembangunan kampung halaman.

“Ayo pulang ke Sidrap, kita bangun sama-sama Sidrap,” ajaknya.

Sementara itu, Mubes ke-8 IKM dan ISA juga menjadi forum evaluasi organisasi, penyusunan program kerja, serta pemilihan pengurus baru periode 2026-2031.

Ketua IKM Sidrap, Andi Alimuddin Unde, menilai tantangan terbesar organisasi kekerabatan adalah menjaga solidaritas antaranggota agar tetap mampu memberi manfaat bagi daerah.

Senada dengan itu, Ketua ISA Sidrap Mahmud La Kaiya berharap organisasi yang menaungi para sarjana asal Sidrap dapat terus berkembang dan menjadi mitra strategis pemerintah dalam menghadirkan gagasan-gagasan pembangunan yang inovatif. (*)