Pesawat Garuda membawa mereka dari Jakarta menuju Los Angeles.
Transit di Denpasar.
Biak.
Honolulu.
Zaman itu pesawat belum punya layar hiburan di setiap kursi.
Internet belum ada.
Handphone belum ada.
Jadi anak-anak itu mencari hiburan sendiri.
Ada yang bermain gitar.
Ada yang bercanda.
Ada yang membuat ribut di belakang pesawat.
A.A. mungkin belum tahu bahwa perjalanan itu akan mengubah hidupnya.
Tiba di Amerika, mereka tidak langsung masuk sekolah.
Tiga pekan pertama digunakan untuk orientasi.
Bagaimana berbicara dengan orang Amerika.
Bagaimana melakukan small talk.
Bagaimana makan.
Bagaimana memegang sendok dan garpu.
Bagaimana membukakan pintu untuk orang lain.
Bahkan bagaimana bersikap ketika berkencan.
Satu pelajaran yang paling diingat A.A. sederhana:
Jangan malu.
Kalau mau sesuatu, katakan.
Kalau tidak suka, katakan.
Orang Amerika, menurut pengalamannya, lebih terus terang.
Tidak perlu terlalu banyak basa-basi.
Tiga pekan selesai.
Datanglah saat paling menegangkan.
Amplop dibagikan.
Isinya tempat tinggal masing-masing.
Ada yang mendapat kota.
Ada yang mendapat desa.
Ada yang bahkan dikirim ke peternakan.
Tetangga terdekatnya tiga kilometer.
A.A. mendapat Kansas.
Tengah-tengah Amerika.
Kalau Amerika itu sebuah peta besar, ia seperti ditaruh tepat di tengah.
Ia kemudian ditempatkan di Ellinwood.
Penduduknya sekitar 2.800 orang.
Kecil sekali.
Tetapi justru kota kecil itulah yang menjadi sekolah kehidupan A.A.
Ia tinggal bersama keluarga John dan Chris Mohn.
Mereka punya seorang anak perempuan, Andrea.
John guru Bahasa Inggris.
Juga mengajar jurnalistik.
Dan punya koran lokal.
Namanya Ellinwood Leader.
Chris guru bahasa Spanyol.
Andrea aktif di kegiatan sekolah.
Maka ada ironi kecil di sini.
Ayah A.A. mengirim anaknya jauh-jauh dari Indonesia agar tidak terlalu dekat dengan dunia jurnalistik.
Di Amerika, A.A. malah tinggal bersama keluarga pemilik koran.
Seperti orang yang sedang mencoba lari dari hujan.
Malah berteduh di bawah talang.
Selama setahun, keluarga Mohn menjadi keluarganya.
Makan bersama.
Tinggal bersama.
Sekolah bersama.
Dan A.A. mulai bekerja.
Ia membantu John di koran.
Akhir pekan, ia melatih sepak bola anak-anak SD.
Upahnya 15 dolar per jam.
Lumayan.
Bersambung….
