Sidrap, katasulsel.com β Suasana haru terasa di Gedung DPRD Sidrap saat seorang warga disabilitas menerima bantuan kaki palsu dari jajaran Fraksi NasDem DPRD Sidrap, Jumat (8/5/2026).
Warga tersebut, Kadir (56), asal Kecamatan Pitu Riase, tampak tidak bisa menyembunyikan rasa syukur ketika menerima bantuan yang diharapkan bisa membantunya kembali lebih leluasa beraktivitas sehari-hari.
Bantuan itu diserahkan langsung oleh Ketua DPRD Sidrap, Takyuddin Masse, bersama sejumlah anggota dewan seperti Andi Tenri Sangka dan Tahir Umar.
Kadir diketahui hidup sederhana dan saat ini tinggal bersama keluarganya. Kondisi kesehatannya membuat ia mengalami keterbatasan gerak dalam beberapa tahun terakhir.
Pihak keluarga menyampaikan bahwa Kadir sudah lama memiliki keterbatasan fisik, yang kemudian semakin berat akibat sakit yang dideritanya.
Camat Paling Merakyat Versi Pembaca
Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.
Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.
1 perangkat/IP = 1 suara
Keponakannya, Syarifuddin, menyebut kondisi tersebut membuat Kadir sangat membutuhkan alat bantu agar bisa beraktivitas lebih mandiri.
βMemang dari dulu sudah ada keterbatasan, lalu makin berat karena sakit,β ujarnya.
Ketua Fraksi NasDem DPRD Sidrap, Bahrul Appas, mengatakan bantuan ini merupakan bentuk kepedulian nyata wakil rakyat kepada masyarakat yang membutuhkan.
Menurutnya, DPRD tidak hanya bekerja di ruang sidang, tetapi juga hadir langsung di tengah masyarakat untuk melihat dan merespons kebutuhan warga.
βIni bentuk kepedulian kita sebagai wakil rakyat. Harapannya bisa membantu meringankan dan memberi semangat baru bagi penerima,β kata Bahrul.
Penyerahan bantuan berlangsung sederhana namun penuh makna. Kadir terlihat terharu saat menerima kaki palsu tersebut, sementara keluarga yang mendampingi tak kuasa menahan haru.
Aksi ini mendapat apresiasi dari warga sekitar yang menilai langkah DPRD Sidrap menunjukkan bahwa wakil rakyat tetap hadir dan peduli terhadap masyarakat kecil yang membutuhkan uluran tangan.
Bagi banyak pihak, bantuan ini bukan sekadar alat bantu fisik, tetapi juga simbol bahwa perhatian dan kepedulian bisa mengembalikan harapan bagi warga yang sedang berjuang menjalani kehidupan. (edybasri)
