Sidrap, katasulsel.com — Dinamika pemilihan pucuk pimpinan Persatuan Olahraga Domino Indonesia (PORDI) Kabupaten Sidenreng Rappang mulai menghangat. Meski Musyawarah Cabang (Muscab) baru akan digelar pada 24 Juni 2026, konstelasi kandidat dan kekuatan pendukung sudah mulai terbaca di lapangan.
Tahapan awal Muscab kini resmi bergerak ke fase penting: pembentukan panitia pelaksana. Dalam struktur kepanitiaan tersebut, Andi Patonangi dipercaya menakhodai jalannya persiapan agenda lima tahunan organisasi tersebut.
Di balik meja persiapan, sejumlah agenda teknis dan administrasi terus dirampungkan agar Muscab dapat berjalan tertib, terbuka, dan demokratis. Namun di luar itu, atmosfer persaingan mulai terasa.
Sejumlah nama mulai mencuat sebagai kandidat kuat Ketua PORDI Sidrap. Mereka adalah Ismail Aksa, Haris Mannan, dan Ahmad Shalihin. Ketiganya disebut-sebut telah mulai membangun komunikasi dengan komunitas dan jaringan pecinta domino di daerah.
Menariknya, Muscab kali ini diprediksi tidak sekadar menjadi ajang pemilihan ketua, tetapi juga arena konsolidasi kekuatan komunitas domino yang selama ini berkembang cukup masif di Sidrap.
Rencananya, agenda penting ini juga akan dihadiri langsung oleh Ketua PORDI Sulawesi Selatan, Ilham Arif Sirajuddin, yang diharapkan memberikan arahan strategis bagi arah pengembangan organisasi ke depan.
Di sisi lain, PORDI Sidrap juga tengah bersiap menghadapi agenda lain yang tidak kalah penting: Pekan Olahraga dan Seni Pelajar (Porsenijar) awal Juli 2026, di mana cabang domino akan ikut dipertandingkan. Hal ini membuat Muscab kali ini semakin krusial karena berdekatan dengan agenda kompetisi resmi.
Salah satu figur yang juga ikut menjadi sorotan, Haris Mannan, menegaskan bahwa kepengurusan baru nantinya harus mampu melakukan evaluasi menyeluruh dan menata ulang manajemen organisasi agar lebih progresif.
“Siapapun yang terpilih nantinya diharapkan dapat melakukan evaluasi serta menata ulang manajemen kepengurusan, sehingga PORDI dapat berkembang lebih baik dan semakin maju ke depan,” ujarnya.
Dengan suhu politik organisasi yang mulai menghangat, Muscab PORDI Sidrap dipastikan bukan sekadar agenda rutin, melainkan panggung penentuan arah baru: apakah organisasi ini akan bergerak lebih solid, atau justru memasuki babak kompetisi internal yang lebih ketat dari sebelumnya. (*)
