Sidrap, katasulsel.com — Memasuki pekan ketiga pelaksanaan, Polling Camat Paling Merakyat Sidrap yang digelar katasulsel.com ,semakin menunjukkan dinamika yang menarik. Dengan periode berlangsung sejak 3 April hingga 3 Juni 2026, artinya polling ini masih menyisakan sekitar 45 hari atau hampir 1,5 bulan ke depan.
Di fase awal menuju pertengahan ini, tren suara mulai terbentuk, namun belum bisa dikatakan final. Dalam perspektif public sentiment tracking, fase pekan ketiga biasanya menjadi titik krusial dalam membaca arah dukungan publik.
Hasil sementara menempatkan Kecamatan Tellu Limpoe di posisi teratas melalui Camat H. Ridwan Bachtiar, SE, M.Si dengan 2.331 suara (37%), disusul ketat Kecamatan Pitu Riase yang dipimpin Andi Mukti Ali, S.IP, M.Si dengan 1.966 suara (31%).
Selisih yang tidak terlalu jauh ini menunjukkan adanya kompetisi terbuka yang masih sangat mungkin berubah, terutama dengan masih panjangnya sisa waktu polling.
Kecamatan Maritengngae berada di posisi berikutnya dengan 512 suara (8%), diikuti Dua Pitue (449 suara / 7%) dan Pitu Riawa (442 suara / 7%). Sementara kecamatan lainnya masih bergerak di bawah angka tersebut.
Pemred katasulsel.com, Edy Bsri menjelaskan, polling ini menggunakan indikator persepsi publik seperti kedekatan dengan warga, kecepatan respons terhadap masalah, serta dukungan terhadap aktivitas sosial dan ekonomi lokal—yang dalam kajian tata kelola dikenal sebagai bagian dari grassroot leadership assessment.
Edy juga menegaskan bahwa polling ini bersifat partisipatif, bukan survei ilmiah sehingga tidak dapat dijadikan tolok ukur resmi kinerja setiap camat.
Sistem yang digunakan menerapkan prinsip satu perangkat/IP satu suara, dengan pencatatan otomatis untuk menjaga transparansi dan mencegah intervensi.
Memasuki pekan ketiga ini, satu hal yang menjadi sorotan adalah potensi mobilisasi dukungan digital, terutama melalui platform seperti WhatsApp yang memungkinkan penyebaran ajakan vote secara masif.
Dengan sisa waktu yang masih cukup panjang hingga awal Juni, peluang perubahan posisi tetap terbuka. Dalam dinamika seperti ini, konsistensi dukungan dan keterlibatan masyarakat akan menjadi faktor penentu.
Polling ini pada akhirnya bukan sekadar soal angka, tetapi menjadi cermin bagaimana publik menilai kehadiran dan kedekatan pemimpin di tingkat paling dekat dengan masyarakat. (edy)
