Sidrap, Katasulsel.com ā Ayamnya siap.
Tajinya ada.
Uang taruhan diduga sudah tersedia.
Puluhan motor pun memenuhi lokasi.
Tapi ada satu yang tidak masuk hitungan: polisi datang.
Arena yang diduga digunakan untuk perjudian sabung ayam di Desa Sipodeceng, Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidrap, mendadak berubah suasana.
Bukan sorak-sorai yang terdengar.
Melainkan orang-orang yang berhamburan.
Personel gabungan Satreskrim, Intelkam dan Polsek Baranti Polres Sidrap datang setelah menerima informasi dari masyarakat terkait dugaan praktik perjudian sabung ayam di lokasi tersebut.
Begitu petugas tiba, sejumlah orang disebut berusaha melarikan diri.
Polisi mengejar.
Tiga orang akhirnya berhasil diamankan.
Mereka masing-masing berinisial LR, 70 tahun, warga Abbokongeng, Kecamatan Baranti; MI, 37 tahun; dan J, 50 tahun, yang disebut berasal dari Kabupaten Pinrang.
Kasat Reskrim Polres Sidrap AKP Welfrick Ambarita mengatakan, pengungkapan tersebut berawal dari laporan masyarakat.
āSetelah kami mendapat informasi, personel gabungan mendatangi lokasi yang diduga digunakan sebagai arena judi sabung ayam. Saat kami tiba, sejumlah orang berupaya melarikan diri,ā kata Welfrick.
Dari lokasi, polisi mengamankan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan aktivitas tersebut.
Ada ayam jantan yang diduga digunakan untuk sabung ayam.
Ada pisau taji.
Ada uang tunai yang diduga sebagai taruhan.
Dan yang menarik perhatian, puluhan sepeda motor juga ditemukan di sekitar lokasi.
Arena yang sebelumnya diduga menjadi tempat berkumpul, akhirnya berubah menjadi lokasi pengamanan barang bukti.
Tiga orang yang diamankan bersama barang bukti kemudian dibawa ke Mapolres Sidrap.
Mereka menjalani pemeriksaan untuk kepentingan penyidikan.
Welfrick mengatakan, proses hukum terhadap para terduga pelaku masih berjalan.
Mereka dikenakan Pasal 427 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama tiga tahun.
Polres Sidrap menegaskan tidak akan membiarkan praktik perjudian yang dinilai dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
Ada satu pelajaran dari arena di Sipodeceng hari itu.
Dalam sebuah pertandingan sabung ayam, biasanya orang datang untuk melihat siapa yang akan menang.
Namun kali ini ceritanya berbeda.
Ayam belum sempat menentukan pemenang.
Polisi sudah lebih dulu menentukan akhir pertandingannya. (*)
