Jakarta, katasulsel.com — Piala Dunia 2026 baru berjalan beberapa hari, namun drama pertama sudah lahir di panggung sepak bola terbesar di muka bumi.

Ketika stadion-stadion di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko dipenuhi lautan manusia, dan miliaran pasang mata menyaksikan pertandingan dari berbagai penjuru dunia, satu negara justru harus menerima kenyataan pahit lebih cepat dari yang dibayangkan.

Tim nasional Haiti resmi menjadi negara pertama yang tersingkir dari Piala Dunia 2026 setelah menelan kekalahan 0-3 dari Brasil pada laga Grup C. Hasil tersebut membuat langkah mereka terhenti bahkan sebelum fase grup berakhir.

Kekalahan itu menjadi pukulan kedua bagi Haiti setelah sebelumnya juga tumbang 0-1 dari Skotlandia pada laga pembuka. Dengan dua kekalahan beruntun, mereka tak lagi memiliki peluang untuk melanjutkan perjalanan ke babak gugur.

Ironisnya, Haiti sebenarnya datang ke Piala Dunia dengan cerita yang menginspirasi. Negara Karibia tersebut kembali tampil di putaran final setelah penantian lebih dari lima dekade sejak penampilan terakhir mereka pada 1974. Kehadiran mereka bahkan dianggap sebagai salah satu kisah paling emosional di turnamen tahun ini.

Namun nasib mempertemukan mereka dengan grup yang tidak ramah. Brasil, Maroko, dan Skotlandia menjadi lawan yang harus dihadapi. Banyak pengamat dan penggemar sepak bola menilai Haiti mendapat salah satu grup terberat di turnamen ini.

Di sisi lain, kemenangan atas Haiti membuat Brasil mulai menunjukkan taringnya sebagai salah satu kandidat kuat juara. Tim Samba kini berada di jalur yang tepat menuju fase gugur setelah sempat ditahan imbang Maroko pada pertandingan pertama.

Meski menjadi tim pertama yang angkat koper, perjuangan Haiti tetap menuai apresiasi. Banyak penggemar sepak bola internasional menilai mereka tampil penuh semangat dan mampu memberikan perlawanan meski berhadapan dengan lawan-lawan yang secara kualitas berada di level lebih tinggi.

Kini perhatian dunia mulai beralih ke pertanyaan berikutnya.

Jika Haiti menjadi korban pertama Piala Dunia 2026, tim besar mana yang akan menyusul menciptakan kejutan dengan tersingkir sebelum waktunya?

Karena sejarah Piala Dunia selalu mengajarkan satu hal: nama besar tidak pernah menjadi jaminan untuk bertahan lama. (*)