Sidrap, Katasulsel.com — Piala Dunia FIFA 2026 tak hanya menyajikan duel sengit antarnegara di lapangan hijau Amerika Utara. Jauh dari hiruk-pikuk stadion megah di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, atmosfer turnamen terbesar dunia itu ternyata juga terasa hangat di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).
Namun yang menarik, euforia kali ini bukan sekadar soal sepak bola.
Di sejumlah titik wilayah binaan Kodim 1420/Sidrap, masyarakat berkumpul dalam suasana yang berbeda. Tak ada sekat jabatan, tak ada batas usia. Yang terlihat justru pemandangan sederhana namun penuh makna: warga duduk satu meja bersama prajurit TNI, berbincang santai sambil menunggu pertandingan dimulai.
Sabtu (20/6/2026), tiga Koramil jajaran Kodim 1420/Sidrap menggelar kegiatan Nonton Bareng (Nobar) Bola Gembira sebagai sarana mempererat hubungan dengan masyarakat.
Dari foto yang beredar, suasana keakraban begitu terasa. Beberapa warga mengenakan jersey klub dan tim nasional favoritnya. Ada yang memakai jersey Argentina, ada pula yang mengenakan seragam olahraga. Di tengah mereka tampak sejumlah anggota TNI AD dengan seragam loreng yang larut dalam obrolan santai.
Tidak terlihat suasana formal. Yang tampak justru wajah-wajah yang menikmati kebersamaan.
Seorang warga bahkan mengangkat tangan di tengah keramaian, memecah tawa peserta lainnya. Momen itu menggambarkan bahwa sepak bola memang memiliki bahasa universal yang mampu menyatukan berbagai latar belakang.
Kegiatan yang diprakarsai para Babinsa tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Lokasi nobar dipenuhi warga yang ingin menyaksikan pertandingan Piala Dunia sekaligus menikmati suasana kebersamaan yang jarang ditemukan dalam aktivitas sehari-hari.
Lebih dari sekadar menyaksikan pertandingan, nobar ini menjadi ruang sosial yang mempertemukan banyak orang dalam suasana santai dan penuh kekeluargaan.
Pengamat sosial sering menyebut sepak bola sebagai “alat pemersatu tanpa instruksi”. Ketika pertandingan berlangsung, perbedaan pilihan politik, profesi hingga status sosial seolah menghilang. Semua fokus pada satu hal yang sama: menikmati permainan.
Fenomena itulah yang terlihat di Sidrap.
Di satu sisi, kegiatan ini menjadi hiburan bagi masyarakat yang tengah menikmati gegap gempita Piala Dunia 2026. Di sisi lain, nobar tersebut juga memperkuat komunikasi antara aparat teritorial dan warga binaan.
Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat bukan hanya saat menjalankan tugas pembinaan wilayah, tetapi juga dalam momen-momen sederhana yang mampu membangun kedekatan emosional.
Piala Dunia mungkin berlangsung ribuan kilometer dari Sidrap. Namun melalui kegiatan seperti ini, semangat persatuan, kebersamaan, dan silaturahmi yang menjadi ruh olahraga sepak bola turut hidup di Bumi Nene Mallomo.
Dan barangkali, itulah gol terindah yang tercipta malam itu: kebersamaan yang lahir tanpa rekayasa, di tengah tawa, obrolan hangat, dan layar yang menayangkan pesta sepak bola terbesar di dunia. (*)
