Sidrap, Katasulsel.com — Banjir yang merendam Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidrap, Sabtu (16/5/2026), menghadirkan satu pemandangan yang langsung jadi perbincangan warga: seorang Dandim turun dari “garis komando” ke garis lumpur.

Wilayah terdampak meliputi Kelurahan Arateng, Toddang Pulu, dan Baula. Air luapan mulai masuk ke permukiman, dan situasi berubah cepat jadi aksi darurat di lapangan.

Di tengah kondisi itu, Dandim 1420 Sidrap, Letkol Infanteri Andi Zulhakim, langsung turun ke titik paling rawan. Tanpa banyak formalitas, ia ikut mengangkat karung pasir, menyusun tanggul, dan berdiri di barisan paling depan bersama prajurit serta warga.

Yang membuat momen ini menonjol adalah satu hal sederhana: Dandim tidak hanya mengarahkan, tapi ikut “berkeringat langsung” di lokasi. Lumpur, air, dan karung pasir jadi bagian dari pekerjaannya hari itu.

Camat Paling Merakyat Versi Pembaca

Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.

Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.

1 perangkat/IP = 1 suara

Memuat 3 besar...

Di bawah terik matahari, sosok perwira ini terlihat bolak-balik mengangkat material tanggul darurat yang dibangun untuk menahan air agar tidak masuk lebih jauh ke rumah warga.

Di lapangan, suasana berubah jadi sangat real. Tidak ada sekat jabatan, tidak ada jarak komando yang terasa—yang ada hanya kerja cepat menahan air yang terus naik.

Tanggul darurat itu menjadi batas terakhir antara banjir dan permukiman warga. Di belakangnya ada rumah, dapur, dan kehidupan yang harus diselamatkan.

Tak hanya itu, Dandim juga mengoordinasikan langsung pembersihan lumpur serta penguatan titik-titik rawan agar tidak terjadi jebol susulan yang lebih parah.

Namun yang paling menarik perhatian warga bukan hanya aksinya, tetapi cara kepemimpinannya terlihat di lapangan: tidak menunggu laporan, tidak hanya memberi perintah, tapi ikut berada di titik paling berat.

Di tengah banjir yang membuat banyak orang panik, justru muncul satu gambar kuat dari Sidrap: seorang komandan yang memilih berdiri di lumpur yang sama dengan warganya. (*)

Editor
Mengawal akurasi dan kedalaman berita

Update terbaru: 19 Mei 2026 12:28 WIB