Sidrap, Katasulsel.com — Tidak semua perpisahan bisa diucapkan dengan kata-kata keras.

Di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kecamatan Kulo, Sidrap, Senin, 18 Mei 2026 itu, justru yang terdengar adalah hening yang panjang—seolah seluruh suara ditahan oleh rasa kehilangan.

Di tanah yang baru saja digali, satu nama dilepas untuk terakhir kalinya: Aiptu Iriansyah, personel Polsek Panca Rijang, yang wafat karena sakit setelah puluhan tahun mengabdi di institusi kepolisian.

Kapolres Sidrap, AKBP Fantry Taherong, memimpin langsung apel persada di pemakaman tersebut. Barisan personel Polres Sidrap dan Bhayangkari berdiri rapi, namun wajah-wajah yang hadir sulit menyembunyikan duka.

Camat Paling Merakyat Versi Pembaca

Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.

Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.

1 perangkat/IP = 1 suara

Memuat 3 besar...

Di hadapan pusara, Kapolres menyebut satu kalimat sederhana namun berat: almarhum adalah polisi yang baik.

“Beliau telah mengabdikan diri selama 57 tahun. Dalam perjalanan itu, dukungan keluarga, istri dan anak-anak beliau sangat luar biasa,” ujar AKBP Fantry.

Angin di TPU Kulo siang itu terasa pelan, seperti ikut menahan suasana yang sedang tidak ingin terburu-buru. Doa-doa mengalir, pelan, nyaris seperti bisikan yang dipersembahkan untuk seseorang yang sudah tidak lagi bisa menjawab.

Kapolres kemudian mengingatkan bahwa setiap pengabdian akan bermuara pada satu hal yang sama: kembali kepada Sang Pencipta. Ia meminta seluruh yang hadir menjadikan peristiwa ini sebagai pengingat untuk memperbanyak amal kebaikan dalam menjalankan tugas maupun kehidupan.

“Ini menjadi pelajaran bagi kita semua untuk mempersiapkan diri,” ucapnya.

Di antara barisan yang berdiri, tidak ada yang benar-benar kaku seperti apel biasanya. Semua lebih seperti keluarga yang sedang mengantar pulang salah satu anggotanya.

Setelah doa bersama, suasana semakin sunyi. Nama almarhum disebut dalam hening panjang, sebelum tanah kembali menutup peristirahatan terakhirnya.

Kapolres Sidrap tidak hanya memimpin apel persada, tetapi ikut berdiri sampai akhir prosesi.

Sebuah kehadiran yang lebih dari sekadar tugas—lebih seperti pesan bahwa pengabdian seorang anggota tidak berhenti bahkan di ujung hayatnya.

Di TPU Kulo hari itu, yang tersisa bukan hanya duka, tapi juga penghormatan yang diam-diam mengikat semua yang hadir dalam satu rasa: kehilangan seorang yang pernah mengabdi dengan setia. (*)

Pemimpin Redaksi
Edy Basri adalah Pemimpin Redaksi Katasulsel.com. Lulus Ujian Kompetensi Wartawan (UKW) Dewan Pers sejak 2018 (Wartawan Utama). Sebelumnya sebagai jurnalis di Koran Harian Fajar.

Update terbaru: 19 Mei 2026 13:15 WIB