Parepare, Katasulsel.com — Sorotan publik kembali mengarah ke sebuah SPBU di kawasan Kilo 1, tepat di depan RS Dr. Sumantri Parepare.
Kali ini, perhatian tertuju pada dugaan pola distribusi BBM bersubsidi jenis solar yang disebut-sebut berlangsung tidak sesuai ketentuan.
Di siang hari, aktivitas pelangsiran solar bersubsidi dikabarkan tidak terlihat. Namun pada malam hari, kondisi berbeda diduga terjadi. Sejumlah kendaraan disebut dapat mengakses pengisian dalam jumlah besar pada waktu tertentu.
Informasi yang beredar di lapangan menyebut adanya dugaan keterlibatan oknum aparat kepolisian berinisial F yang disebut bekerja sama dengan pihak pengelola SPBU. Dalam dugaan tersebut, distribusi solar bersubsidi diduga berlangsung melalui pola khusus pada jam malam.
Sejumlah kendaraan pelangsir yang telah dimodifikasi dengan tambahan tandon di bagian atas mobil disebut mampu mengangkut hingga 4 ton per unit. Dalam pola aktivitas yang diduga terjadi, total pengangkutan disebut dapat mencapai sekitar 10 ton per kendaraan per malam. Setidaknya lima unit kendaraan disebut kerap beroperasi dalam aktivitas tersebut.
Rekaman aktivitas yang terjadi pada Selasa malam, 2 Juni 2026, disebut memperlihatkan mobilitas kendaraan keluar masuk SPBU pada jam larut malam. Temuan ini kemudian memunculkan pertanyaan publik terkait pola distribusi yang berlangsung di lokasi tersebut.
Hal ini menjadi perhatian karena BBM bersubsidi jenis solar merupakan komoditas yang memiliki mekanisme distribusi ketat dan diperuntukkan bagi sektor tertentu sesuai aturan yang berlaku. Namun di lapangan, muncul dugaan adanya pola berbeda dalam penyalurannya.
Sementara itu, pihak SPBU sebelumnya menyampaikan bahwa tidak terdapat sistem pelangsiran solar di lokasi tersebut. Namun demikian, sejumlah informasi dari masyarakat menyebut adanya aktivitas pengisian pada waktu tertentu, terutama malam hari.
Dengan jatah distribusi SPBU yang diperkirakan berada di kisaran 16 hingga 24 ton solar bersubsidi per hari, publik kini mempertanyakan transparansi dan akurasi alur penyaluran di lapangan.
Informasi lain yang beredar menyebutkan bahwa solar tersebut diduga ditampung di suatu lokasi sebelum kemudian didistribusikan ke wilayah industri di Morowali, Sulawesi Tengah, untuk kebutuhan pihak tertentu.
……………….
Jika dugaan keterlibatan oknum berinisial F tersebut benar adanya, maka publik menilai perlu adanya langkah penelusuran lebih lanjut dari aparat berwenang. Dalam konteks ini, Polda Sulawesi Selatan disebut perlu turun tangan untuk melakukan pengecekan dan klarifikasi guna memastikan tidak terjadi penyimpangan dalam distribusi BBM bersubsidi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak SPBU maupun pihak-pihak yang disebut dalam dugaan tersebut. Redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi untuk mendapatkan penjelasan yang berimbang.
Peristiwa ini kembali menegaskan pentingnya pengawasan ketat terhadap distribusi BBM bersubsidi jenis solar, agar penyalurannya tepat sasaran dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. (*)
