Parepare, katasulsel.com — Kota ini tidak memiliki hamparan kebun sawit yang luas. Tidak pula memiliki tambang raksasa.

Namun dari Parepare, devisa negara terus mengalir.

Melalui layanan kepabeanan yang dikawal Bea Cukai Parepare, ekspor cangkang sawit ke Jepang kembali mencatat angka fantastis. Sedikitnya 10,5 juta kilogram cangkang sawit berhasil menembus pasar internasional dengan nilai ekspor mencapai lebih dari satu juta dolar Amerika Serikat.

Sekilas, cangkang sawit mungkin terlihat seperti limbah biasa.

Camat Paling Merakyat Versi Pembaca

Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.

Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.

1 perangkat/IP = 1 suara

Memuat 3 besar...

Padahal di Jepang, benda berwarna cokelat kehitaman itu bernilai tinggi. Negara tersebut memanfaatkannya sebagai bahan bakar biomassa ramah lingkungan untuk pembangkit energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Di sinilah peran Parepare menjadi penting.

Meski pengapalan dilakukan melalui wilayah kerja pelabuhan yang berada dalam pengawasan Bea Cukai Parepare, nama Parepare kini semakin dikenal sebagai salah satu pintu ekspor komoditas biomassa dari kawasan timur Indonesia.

Yang menarik, komoditas yang dikirim bukan barang mewah.

Bukan mobil.

Bukan elektronik.

Bukan pula produk industri berteknologi tinggi.

Melainkan limbah sawit yang dulu sering dianggap tak bernilai.

Kini, jutaan kilogram cangkang sawit itu berubah menjadi sumber devisa, penerimaan negara, sekaligus penggerak ekonomi daerah. Dalam beberapa ekspor serupa yang dilayani Bea Cukai Parepare, nilai devisa bahkan konsisten menembus angka satu juta dolar AS setiap pengapalan.

Bagi Parepare, keberhasilan ini bukan sekadar angka ekspor.

Ini adalah bukti bahwa kota pelabuhan di pesisir Ajatappareng tersebut memiliki posisi strategis dalam rantai perdagangan internasional.

Di saat banyak daerah berlomba menarik investasi, Parepare diam-diam telah memainkan peran penting sebagai gerbang keluar komoditas Indonesia menuju pasar dunia.

Dan setiap kali kapal berangkat menuju Jepang membawa jutaan kilogram cangkang sawit, Parepare seolah mengirim pesan sederhana:

Dari kota kecil di pesisir Sulawesi Selatan, devisa negara juga bisa lahir. (*)

Mengawal akurasi dan kedalaman berita