Pinrang, Katasulsel.com — Reshuffle memang selalu menarik.
Ada yang naik jabatan.
Ada yang bergeser.
Ada pula yang harus meninggalkan kursi yang selama ini didudukinya.
Namun bagi masyarakat, semua itu sebenarnya bukan hal yang paling penting.
Yang mereka tunggu hanya satu: apakah pelayanan ikut berubah?
Bupati Pinrang H.A. Irwan Hamid baru saja melantik 176 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pinrang. Angkanya besar. Terdiri atas 8 pejabat Eselon II, 74 pejabat Eselon III, dan 94 pejabat Eselon IV.
Reshuffle sebesar ini tentu bukan sekadar mengganti nama di pintu ruangan.
Kalau setelah pelantikan pelayanan tetap lambat, masyarakat pasti bertanya-tanya: buat apa dirombak?
Irwan tampaknya memahami itu.
Karena itulah, dalam sambutannya, ia mengingatkan bahwa jabatan bukan hadiah. Bukan pula penghargaan atas kedekatan.
Jabatan adalah amanah.
Dan amanah itu harus dibayar dengan kerja.
Ia meminta para pejabat yang baru dilantik segera meninggalkan pola kerja lama. Jangan lagi birokrasi identik dengan meja yang penuh berkas, tanda tangan yang berhari-hari, atau warga yang harus mondar-mandir mengurus satu dokumen.
Zaman sudah berubah.
Masyarakat ingin urusan cepat selesai.
Bukan cepat disuruh kembali besok.
Irwan juga mendorong digitalisasi pelayanan. Menurutnya, teknologi harus dimanfaatkan agar birokrasi lebih sederhana, transparan, dan tidak berbelit-belit.
Pesan itu sesungguhnya sederhana.
Kalau bisa dipermudah, mengapa dipersulit?
Kalau bisa selesai hari ini, mengapa harus minggu depan?
Rotasi, mutasi, dan promosi, kata Irwan, adalah hal biasa dalam organisasi pemerintahan.
Yang tidak biasa adalah jika pejabat baru membawa kebiasaan lama.
Itulah yang tidak diinginkan.
Sebab masyarakat tidak pernah menghitung berapa banyak pejabat yang dilantik.
Masyarakat menghitung berapa lama mereka mengantre.
Berapa kali mereka diminta datang kembali.
Berapa banyak meja yang harus dilewati hanya untuk satu pelayanan.
Di situlah reshuffle ini akan diuji.
Bukan di aula pelantikan.
Bukan di foto-foto seremonial.
Tetapi di loket pelayanan, di kantor-kantor OPD, dan di tengah masyarakat.
Kalau pelayanan berubah menjadi lebih cepat, berarti reshuffle ini berhasil.
Kalau tidak…
Maka pelantikan 176 pejabat itu hanya akan dikenang sebagai pergantian nama di daftar jabatan, tanpa perubahan yang benar-benar terasa bagi warga Pinrang. (*)
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita pinrang Hari Ini .
