Sidrap, Katasulsel.com — Upaya pencegahan stunting terus digencarkan hingga tingkat desa. Di Desa Salobukkang, Kecamatan Dua Pitue, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), seorang mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (Unhas) turun langsung memberikan edukasi kepada ibu hamil dan ibu menyusui mengenai pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sebagai fondasi utama tumbuh kembang anak.
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Aisyah Nurfalah, mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Unhas yang sedang menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan, di Posyandu Seruni 3, Desa Salobukkang, Selasa (15/7/2026).
Penyuluhan berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 11.00 WITA dan menjadi bagian dari rangkaian pelayanan kesehatan yang juga mencakup pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat dewasa dan lanjut usia.
Kenalkan Program “Mappatuo”
Dalam kegiatan tersebut, Aisyah membawakan edukasi kesehatan bertajuk “Mappatuo”, yang berfokus pada pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan, yaitu periode sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun.
Periode ini dikenal sebagai masa emas yang sangat menentukan kualitas kesehatan, kecerdasan, dan pertumbuhan anak di masa depan.
Melalui media poster edukatif, peserta diberikan pemahaman mengenai berbagai aspek penting, mulai dari pengertian 1.000 HPK, faktor risiko stunting, pola pengasuhan sesuai usia anak, hingga sembilan pesan inti yang mendukung tumbuh kembang optimal.
Tekankan Gizi dan ASI Eksklusif
Materi yang disampaikan menyoroti sejumlah langkah penting dalam pencegahan stunting.
Di antaranya pemenuhan gizi seimbang selama kehamilan, pemeriksaan kehamilan secara rutin, konsumsi tablet tambah darah, pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini (IMD), pemberian ASI eksklusif selama enam bulan, pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) bergizi, imunisasi lengkap, hingga pemantauan pertumbuhan anak secara berkala.
Melalui edukasi tersebut, para ibu diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya menjaga kesehatan ibu dan anak sejak masa kehamilan.
Selain penyampaian materi, peserta juga mengikuti pre-test dan post-test untuk mengukur tingkat pemahaman sebelum dan sesudah penyuluhan berlangsung.
Pertama Kali KKN Profesi Kesehatan Hadir
Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Desa Salobukkang.
Kaur Perencanaan Desa Salobukkang, Syahruramadoan, S.Kep, mengaku bangga atas kontribusi mahasiswa KKN Profesi Kesehatan yang dinilai mampu menghadirkan program-program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Sebagai Pemerintah Desa, tentu kami sangat mengapresiasi semangat dan antusias teman-teman KKN Profesi Kesehatan dalam pelaksanaan kegiatan hari ini. Mulai dari Posyandu, penyuluhan kesehatan hingga pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat Desa Salobukkang, semuanya terlaksana dengan sangat baik,” ujarnya.
Ia juga menyebut kehadiran mahasiswa KKN Profesi Kesehatan menjadi momen bersejarah karena baru pertama kali dilaksanakan di Desa Salobukkang.
“Ini adalah pertama kalinya KKN Profesi Kesehatan hadir di Desa Salobukkang. Kalian membuktikan bahwa Kuliah Kerja Nyata bukan sekadar nama yang dibawa, tetapi benar-benar diwujudkan,” tambahnya.
Bekali Masyarakat Cegah Stunting
Sementara itu, Aisyah Nurfalah berharap penyuluhan yang diberikan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya masa emas pertumbuhan anak.
Menurutnya, pencegahan stunting harus dimulai sejak dini melalui pemenuhan gizi yang baik dan pola asuh yang tepat.
Melalui edukasi 1.000 HPK ini, masyarakat diharapkan mampu menerapkan berbagai langkah sederhana namun penting untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Dengan semakin meningkatnya pemahaman ibu hamil dan ibu menyusui di Desa Salobukkang, program ini diharapkan menjadi bagian dari upaya bersama dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting di Kabupaten Sidrap. (*)
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
