Palangkaraya, Katasulsel.com – Aroma ikan goreng, pepes, hingga nugget ikan memenuhi dapur Rumah Dinas Wali Kota Palangkaraya, Rabu (15/7). Namun, suasana tersebut bukan berasal dari sebuah hajatan, melainkan Lomba Masak Serba Ikan yang diselenggarakan Dinas Perikanan Kota Palangkaraya.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan minat masyarakat, khususnya anak-anak, untuk gemar mengonsumsi ikan sebagai upaya mendukung pemenuhan gizi dan mencegah stunting.
Kalimantan dikenal memiliki potensi sumber daya perikanan yang melimpah, baik dari sungai, danau, maupun laut. Namun, konsumsi ikan di kalangan anak-anak masih menjadi tantangan.
“Kita ingin mengubah pola penyajian ikan. Anak-anak jangan hanya disuguhi ikan rebus. Ikan bisa diolah menjadi berbagai menu yang kreatif dan menarik sehingga mereka lebih suka mengonsumsinya,” ujar Kepala Dinas Perikanan Kota Palangkaraya di sela kegiatan.
Hadirkan Juri Profesional
Untuk menjamin kualitas penilaian, Dinas Perikanan menghadirkan Chef Profesional Taufik Hidayat Rahmat sebagai dewan juri. Ia merupakan chef sekaligus juri lomba memasak bersertifikat nasional.
Chef Taufik juga dikenal sebagai anggota LDTQN PP Suryalaya serta putra wartawan senior Kota Depok, Rahmat Budianto.
Kepala Dinas Perikanan Kota Palangkaraya, Indriati Rita Dewi, berharap kehadiran juri profesional dapat meningkatkan kualitas peserta sehingga mampu bersaing di tingkat nasional.
“Program ini merupakan program pemerintah pusat yang kami dukung sepenuhnya. Dengan penilaian yang profesional, kami berharap TP PKK Kota Palangkaraya mampu meraih prestasi di tingkat nasional,” katanya.
Sajian Kreatif Berbahan Ikan Gabus
Peserta yang berasal dari TP PKK tingkat kecamatan menampilkan beragam kreasi olahan berbahan dasar ikan gabus. Mulai dari bakso ikan, siomay ikan, nugget ikan, hingga bolu ikan.
Seluruh hidangan disajikan dengan tampilan menarik, warna yang ceria, dan bentuk yang disukai anak-anak.
Ketua TP PKK Kota Palangkaraya, Avina Fairid Naparin, mengatakan tantangan utama bukan terletak pada ikan, melainkan bagaimana menyajikannya agar disukai anak.
“Kalau tampilannya menarik, anak-anak akan lebih tertarik untuk mencoba. Kreativitas dalam mengolah ikan menjadi kunci,” ujarnya.
Di akhir perlombaan, Chef Taufik mencicipi seluruh hidangan peserta. Ia memberikan penilaian berdasarkan cita rasa, tekstur, kandungan gizi, kreativitas, hingga daya tarik sajian bagi anak-anak.
“Kalau anak-anak sudah suka makan ikan sejak dari rumah, risiko stunting bisa kita tekan. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, Dinas Perikanan Kota Palangkaraya berharap budaya gemar makan ikan semakin tumbuh di tengah masyarakat, sehingga ikan tidak lagi dipandang sebagai makanan yang kurang diminati anak-anak, melainkan menjadi menu sehat yang disukai keluarga.
Penulis: Rahmat Budianto
