Sidrap, Katasulsel.com — Aroma kompetisi mulai terasa di Stadion Stadion Ganggawa. Menjelang kick off Sidrap Cup 2026 pada 1 Juni mendatang, wajah stadion kebanggaan masyarakat Sidrap itu perlahan berubah drastis.
Lapangan yang sebelumnya terlihat kusam kini mulai tampak lebih hijau dan rapi. Rumput liar di sekitar area stadion dipangkas, garis lapangan mulai dibersihkan, sementara tribun penonton yang sempat terlihat redup perlahan kembali hidup. Atmosfernya mulai menyerupai arena turnamen besar.
Sabtu, 9 Mei 2026, panitia pelaksana bergerak melakukan pembenahan total di venue utama tersebut. Sejumlah personel panitia bersama tenaga bantuan dari pemadam kebakaran turun langsung membersihkan area stadion dari berbagai sudut.
Camat Paling Merakyat Versi Pembaca
Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.
Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.
1 perangkat/IP = 1 suara
Mulai dari rumput lapangan, gawang, area satleban, tribun penonton, hingga ruang ganti pemain tak luput dari sentuhan perapian. Debu yang menumpuk dibersihkan, semak liar dipotong, sementara beberapa sudut stadion mulai ditata ulang agar tampil lebih layak menyambut ribuan pasang mata.
Sekretaris Panitia Sidrap Cup 2026, Mustamin Tabah, mengatakan pembenahan stadion menjadi bagian penting dalam menyukseskan hajatan sepak bola paling dinanti di Bumi Nene Mallomo itu.
Menurutnya, stadion bukan sekadar tempat pertandingan berlangsung, tetapi juga simbol gengsi daerah dan wajah olahraga Sidrap di mata publik Sulawesi Selatan.
“Semua harus dimatangkan. Stadion ini adalah kebanggaan masyarakat Sidrap. Karena itu, langkah awal yang kami lakukan adalah pembersihan menyeluruh di area stadion dan lapangan,” ujarnya.
Sidrap Cup 2026 sendiri diproyeksikan menjadi turnamen dengan atmosfer besar. Sebanyak 24 tim dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan dipastikan ambil bagian. Panitia bahkan mulai menyebut turnamen ini memiliki nuansa yang mengarah pada level kompetisi elite daerah seperti Habibie Cup.
Bagi pecinta sepak bola lokal, perubahan Stadion Ganggawa bukan hanya soal kebersihan atau tampilan fisik. Ini adalah tanda bahwa denyut sepak bola Sidrap kembali dipompa. Stadion yang sempat sunyi kini mulai menunjukkan aura pertandingan besar.
Jika ritme persiapan terus berjalan seperti saat ini, maka 1 Juni nanti, Stadion Ganggawa bukan lagi sekadar lapangan sepak bola. Ia akan berubah menjadi panggung adrenalin, tempat gengsi daerah dipertaruhkan dan sorak suporter mengguncang malam-malam di Sidrap. (*)
Update terbaru: 11 Mei 2026 15:09 WIB
