Dari informasi resmi tim Gresini Racing, hasil pemeriksaan awal menunjukkan Alex Marquez mengalami retak pada ruas tulang leher C7 serta patah tulang selangka kanan. Cedera tersebut membuat tim medis memutuskan tindakan operasi untuk stabilisasi tulang menggunakan pelat logam medis.
Meski dalam kondisi cedera serius, suasana berbeda terlihat dari unggahan media sosial sang pembalap. Dalam foto yang ia bagikan dari ranjang rumah sakit, Alex tampak masih bisa tersenyum meski lehernya dipasang penyangga dan tangannya menunjukkan memar kemerahan.
Ia juga sempat mengangkat tangan seolah memberi sinyal bahwa kondisinya terkendali.
“Semua terkendali. Malam ini harus operasi, semoga berjalan lancar. Terima kasih untuk semua pesan dan perhatian,” tulisnya singkat di akun X miliknya.
Camat Paling Merakyat Versi Pembaca
Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.
Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.
1 perangkat/IP = 1 suara
Di balik insiden besar ini, jalannya balapan memang sejak awal sudah terlihat panas. Pedro Acosta sempat memimpin sejak start, diikuti persaingan ketat Raul Fernandez, Alex Marquez, hingga Fabio Di Giannantonio. Beberapa duel sengit di tikungan awal bahkan membuat posisi terus berubah.
Namun tensi balapan benar-benar pecah setelah insiden Tikungan 10. Setelah kecelakaan Marquez, race dihentikan sementara, lalu dilanjutkan kembali, sebelum akhirnya kembali diwarnai red flag lain akibat tabrakan lanjutan yang melibatkan beberapa pembalap termasuk Johann Zarco dan Francesco Bagnaia.
Balapan yang sempat seperti “tidak terkendali” itu akhirnya dimenangkan Fabio Di Giannantonio, disusul Joan Mir dan Fermin Aldeguer. Hasil ini sekaligus mengubah peta klasemen sementara, di mana persaingan tiga besar semakin rapat.
Lanjut….
Update terbaru: 18 Mei 2026 13:23 WIB
