
Pagi yang cerah, Jumat, 6 Desember 2024, langit Sidrap tampak terlihat biru bersih, seolah ikut bersuka cita merayakan Hari Ulang Tahun ke-53 Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri).
Oleh: Harianto
KOMPLEKS SKPD di Kelurahan Batu Lappa, Kecamatan Watang Pulu, telah ramai sejak fajar. Dari penjuru daerah, para Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, Polri, hingga masyarakat umum berkumpul, bersiap mengikuti acara jalan santai.
Tapi siapa sangka, di tengah riuh langkah-langkah ringan para peserta, ada kisah yang bakal menghangatkan hati sekaligus menggelitik tawa.

Di antara lautan peserta, berdiri Baharuddin, Kasi SDM Satpol PP Sidrap. Wajahnya biasa saja, tanpa tanda-tanda keberuntungan bakal berpihak padanya hari itu. Namun takdir kadang bermain-main, seperti angin pagi yang tiba-tiba menerbangkan daun kering ke arah tak terduga.
Ketika nomor undian pemenang hadiah utama diumumkan, suara meriah membahana. “Nomor ini milik siapa?!” seru pembawa acara, memegang undian yang akan mengubah cerita. Baharuddin, yang sebelumnya berdiri santai di sudut lapangan, perlahan maju dengan langkah ragu. “Betulkah ini nomor saya?” gumamnya pelan. Dan ya, keberuntungan telah memilihnya.
Hadiah itu bukan barang biasa—sebuah sepeda baru yang berkilau di bawah sinar matahari pagi. Ketua DPRD Sidrap, H. Takyuddin Masse, dengan senyum lebar menyerahkan hadiah tersebut kepada Baharuddin, yang masih setengah tidak percaya.
Baharuddin pun memecah suasana dengan lelucon khasnya, “Ini sepeda bakal saya gunakan buat patroli nanti!” Suaranya yang bersahaja memancing tawa hadirin. Para pejabat hingga masyarakat tak kuasa menahan gelak. Bahkan Pj. Bupati Sidrap H. Basra terlihat tersenyum lebar, sementara Dandim 1420/Sidrap Letkol Inf Awaloeddin dan Kapolres Sidrap AKBP Fantry Taherong tampak bertepuk tangan.
Sepeda itu, meski hanya sebuah alat transportasi sederhana, tiba-tiba menjadi metafora yang kaya makna. “Seperti hidup ini,” kata Baharuddin kepada seorang rekannya setelah acara. “Kadang kita hanya mengayuh tanpa tahu apa yang menanti di depan. Tapi kalau terus bergerak, selalu ada hadiah di ujung jalan.” Kalimatnya sederhana, tapi siapa pun yang mendengarnya pasti mengangguk setuju.
Baharuddin yang dikenal humoris dengan cepat menjadikan momen itu bahan cerita yang akan terus ia ulang di berbagai kesempatan. “Dari semua hadiah, saya dapat sepeda. Itu artinya Tuhan ingat saya perlu olahraga,” candanya lagi, kali ini disambut tawa lebih keras.
Acara jalan santai pagi itu memang dirancang untuk merayakan kebersamaan. Di bawah koordinasi pemerintah daerah, semua elemen masyarakat bahu-membahu menikmati momen penuh tawa dan kesegaran. Tidak hanya tentang hadiah, acara itu juga menjadi ajang menyambung silaturahmi antara ASN, aparat keamanan, dan warga.
Kehadiran tokoh-tokoh penting seperti Ketua DPRD, Pj. Bupati, dan para pejabat tinggi lainnya menambah khidmat suasana. Namun, gelak tawa yang disebabkan oleh Baharuddin dan sepedanya membuat acara ini tak hanya menjadi kenangan formal, tetapi juga cerita penuh warna.
Hari itu, HUT ke-53 Korpri di Sidrap mencatatkan sejarah kecil yang manis. Kisah Baharuddin dan sepedanya akan terus menjadi bahan obrolan di kantor Satpol PP, di meja-meja kopi, bahkan di sudut-sudut desa. Karena dalam kehidupan yang sering terasa berat, cerita ringan seperti ini adalah hadiah yang tak ternilai—sebuah pengingat bahwa kebahagiaan kadang datang dalam bentuk paling sederhana, seperti sepeda baru di tengah jalan santai.
Dan Baharuddin? Ia mungkin sedang mencoba sepedanya sekarang, dengan senyum lebar yang sulit pudar dari wajahnya. Karena di Sidrap, keberuntungan telah memilihnya untuk membuat semua orang tertawa.(*)