Sidrap, katasulsel.com — Isu yang beredar di ruang publik soal dugaan keterlibatan dalam jaringan narkotika akhirnya dijawab langsung oleh pengusaha peternakan ayam ternama di Kabupaten Sidenreng Rappang, Jama. Ia memilih tidak berdiam diri di tengah derasnya kabar yang menyeret namanya.

Dengan nada tegas, Jama menyatakan bahwa seluruh tudingan tersebut tidak berdasar dan tidak memiliki bukti hukum apa pun.

“Selama ini saya bekerja lurus sebagai pengusaha ayam ternak dan tidak pernah bersinggungan dengan pelanggaran hukum,” tegas Jama, Sabtu (06/06/2026).

Pernyataan itu sekaligus menjadi bantahan keras atas isu yang mengaitkan dirinya dengan dugaan jaringan peredaran narkotika di Sidrap. Jama menilai, informasi yang beredar telah berkembang liar dan cenderung merugikan nama baik serta kehidupannya sebagai kepala keluarga dan pelaku usaha.

Ia bahkan mencurigai adanya pihak-pihak tertentu yang sengaja membangun opini untuk menjatuhkan dirinya melalui pemberitaan yang tidak akurat.

“Saya curiga ada yang sengaja ingin menjatuhkan saya dengan menyeret-nyeret nama saya ke isu yang tidak benar,” ungkapnya.

Sebagai tokoh yang dikenal di sektor peternakan ayam petelur, Jama mengaku keberatan karena namanya terus dikaitkan tanpa dasar hukum yang jelas. Ia menegaskan, hingga saat ini tidak ada satu pun putusan pengadilan maupun pernyataan resmi aparat penegak hukum yang menyatakan dirinya terlibat dalam kasus tersebut.

“Saya lihat ada di media nama saya disebut-sebut begitu. Jelasnya tidak ada seperti itu,” tambahnya.

Isu yang bergulir itu, menurut Jama, bukan hanya berdampak pada dirinya secara pribadi, tetapi juga menyeret keluarga ke dalam tekanan sosial dan psikologis. Anak-anak dan kerabat dekatnya ikut merasakan imbas dari pemberitaan yang dinilainya tidak berimbang.

“Sebagai kepala keluarga, tentu saya merasa keberatan. Anak-anak ikut terdampak karena membaca dan mendengar hal-hal yang tidak benar,” ujarnya.

Meski demikian, Jama menegaskan dirinya tetap menghormati hukum dan siap bersikap kooperatif apabila dibutuhkan oleh aparat penegak hukum untuk memberikan klarifikasi.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjunjung asas praduga tak bersalah dalam setiap informasi yang berkembang di ruang publik.

Di tengah polemik ini, Jama berharap masyarakat tidak terburu-buru mengambil kesimpulan. Menurutnya, setiap informasi harus disaring secara hati-hati sebelum dijadikan penilaian terhadap seseorang.

Sosok Jama sendiri di Sidrap dikenal sebagai pengusaha yang bergerak di sektor peternakan ayam petelur dengan jejaring usaha yang cukup luas serta aktivitas sosial yang kerap bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Namun di atas semua itu, ia kini memilih satu garis penegasan: membantah, dan meminta namanya tidak lagi diseret dalam isu yang menurutnya tidak pernah ia lakukan.