Jakarta, katasulsel.com — Di tengah gelapnya malam Jalan Ganggeng VI, Kelurahan Sungai Bambu, Kecamatan Tanjung Priok, ada satu sosok yang hampir setiap hari menjadi saksi aktivitas kawasan itu. Ia bukan penghuni kos, bukan pula aparat kepolisian. Ia adalah MH, seorang pedagang kopi keliling yang biasa mangkal tak jauh dari lokasi ditemukannya seorang wanita muda dalam kondisi tak bernyawa.

Dua hari setelah penemuan jenazah yang menghebohkan warga, MH masih berjualan seperti biasa. Namun suasana di sekitar tempat kejadian, menurutnya, tidak lagi sama.

“Sejak kejadian itu langsung diamankan polisi. Sampai sekarang masih ada garis polisi dan tidak boleh sembarang orang masuk,” kata MH saat ditemui di sekitar lokasi, Sabtu, (6/6/2026), malam.

Dari tempatnya berjualan, MH mengaku cukup mengenal ritme kehidupan di kawasan tersebut. Ia biasa datang sejak sore hingga malam hari. Karena itu, ia mengetahui bahwa rumah kos yang kini menjadi lokasi penyelidikan termasuk salah satu kos yang cukup ramai.

“Kalau malam biasanya memang ada aktivitas. Orang keluar masuk juga biasa. Tapi saya tidak kenal korban,” ujarnya.

Meski berada di sekitar lokasi setiap hari, MH mengaku tidak melihat langsung kejadian yang menyebabkan wanita muda tersebut kehilangan nyawa. Saat peristiwa terjadi, ia tidak sedang berada di lokasi.

“Saya jualan sore sampai malam. Waktu kejadian saya tidak tahu. Yang sering ada di sini pagi hari itu tukang rujak,” tuturnya.

Menurut MH, hingga kini belum ada informasi pasti yang beredar di kalangan pedagang maupun warga sekitar mengenai penyebab kematian korban.

“Belum ada yang tahu pasti. Semua masih menunggu hasil penyelidikan polisi,” katanya.

Malam itu, suasana di lokasi memang terasa berbeda. Area kos tampak redup karena minim penerangan. Garis polisi yang masih membentang bahkan sulit terlihat dari kejauhan. Hanya lampu jalan dan cahaya dari sebuah kafe di samping lokasi yang membantu menerangi area tersebut.

Di balik aktivitas pedagang yang tetap berjalan dan kendaraan yang sesekali melintas, misteri kematian wanita muda itu masih menggantung.

Sementara penyidik terus bekerja mengumpulkan bukti dan memeriksa saksi, kesaksian MH menjadi gambaran tentang bagaimana lokasi tersebut kini berubah dari kawasan kos yang biasa menjadi titik perhatian publik.

Dan hingga malam kedua setelah penemuan jenazah, satu hal masih sama: tidak ada seorang pun di sekitar lokasi yang bisa menjelaskan dengan pasti apa yang sebenarnya terjadi di balik pintu kamar kos itu. Polisi pun masih memburu jawaban atas kematian yang disebut sebagai tidak wajar tersebut. (*)