Sidikalang, Katasulsel.com – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidikalang Kabupaten Dairi Sumatera Utara, dr Benny Purba mengatakan, prihatin terhadap kasus bunuh diri yang mengemuka belakangan ini.

Diantaranya, seorang pelajar nekad gantung diri hingga wafat. Peristiwa terkini, seorang pemuda diduga menenguk racun rumput berujung meninggal dunia.

“Ini tidak terlepas dari beban pikiran. Stress berat dan tak menemukan solusi”, kata Benny kepada wartawan, Kamis (11/6/2026).

Dikatakan, sesungguhnya, kejadian sedemikian, bisa dicegah lewat kehadiran psikiater. Namun, tenaga psikologi dimaksud belum tersedia di lembaga pelayanan kesehatan ini.

“Jujur, kami sangat membutuhkan psikiater”, kata Benny.

Diterangkan, psikiater bisa menawarkan banyak jalan keluar dan memberi ketenangan lahir dan bathin. Sesungguhnya tak ada masalah yang tak bisa diselesaikan. Salah satunya lewat peran psikiater.

Benny mencontohkan, seorang siswa SD di Kabupaten Ngada Nusa Tenggara Tumir nekad gantung diri lantaran tak sanggup beli buku tulis dan pena. Kenapa itu terjadi? Pikirannya sudah gelap dan tak tahu mengadu ke siapa.

Bila saja dikonsultasikan ke psikiater, persoalan keterbatasan uang bisa disampaikan ke pimpinan rumah sakit lalu diteruskan ke Dinas Sosial. Akhirnya, si anak bisa punya buku walau tak punya rupiah.
Psikiater memiliki jamak formula menjawab keluhan masyarakat. Dan, privasi pasien, benar-benar dijaga.

Diutarakan, RSUD Sidikalang memang memiliki dokter spesialis jiwa. Metode kerjanya lebih mengarah lewat penggunaan obat dan therapi. Jadi, beda dengan psiakiater.