Makassar, Katasulsel.com β€” Mereka tidak membawa senjata api. Tidak pula beraksi dengan kekerasan. Namun jejak kejahatannya membuat banyak warga Sulawesi Selatan kehilangan rasa aman di rumah sendiri.

Sebuah sindikat pembobol rumah yang selama ini bergerak senyap di berbagai daerah akhirnya tumbang. Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sulsel menangkap para pelaku dalam operasi yang dilakukan di wilayah Maros dan Gowa.

Kelompok ini diduga menjadi salah satu jaringan pencurian rumah paling meresahkan dalam beberapa tahun terakhir. Mereka beroperasi lintas kabupaten, mengincar rumah-rumah yang ditinggal pemiliknya, lalu menggasak barang berharga bernilai fantastis.

Dari hasil penyelidikan, total kerugian yang dialami para korban diperkirakan mencapai Rp4,6 miliar.

Nilai itu bukan sekadar angka. Di baliknya ada tabungan keluarga yang hilang, perhiasan yang dikumpulkan bertahun-tahun, hingga aset berharga yang lenyap dalam hitungan menit.

Modus para pelaku terbilang rapi. Mereka lebih dulu memantau kondisi lingkungan, memastikan target dalam keadaan sepi, kemudian masuk dan menguras isi rumah. Setelah beraksi, mereka berpindah ke daerah lain untuk menghilangkan jejak.

Karena bergerak dari satu wilayah ke wilayah lain, aparat menyebut pengungkapan kasus ini membutuhkan kerja panjang dan koordinasi lintas daerah.

Penyidik kemudian berhasil memetakan pola pergerakan kelompok tersebut. Dari situlah operasi penangkapan dilakukan hingga para terduga pelaku berhasil diamankan di Maros dan Gowa.

Pengungkapan kasus ini sekaligus menjawab keresahan masyarakat yang selama beberapa waktu terakhir dihadapkan pada maraknya kasus pencurian rumah dengan pola serupa.

Di kalangan penyidik, jaringan seperti ini tergolong berbahaya. Bukan karena kekerasan yang mereka lakukan, melainkan karena kemampuan mereka berpindah-pindah wilayah dan menyasar banyak korban dalam waktu relatif singkat.

Barang bukti yang diduga hasil kejahatan turut diamankan untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut. Polisi juga masih menelusuri kemungkinan adanya lokasi kejadian lain yang berkaitan dengan kelompok tersebut.

Penangkapan ini menjadi pesan bahwa kejahatan yang berpindah-pindah daerah tidak lagi mudah bersembunyi. Meski beroperasi secara senyap, jejak mereka akhirnya berhasil diurai satu per satu.

Bagi para korban, proses hukum mungkin belum mengembalikan seluruh kerugian yang dialami. Namun setidaknya, kabar baik itu akhirnya datang: kelompok yang selama ini membuat banyak orang takut meninggalkan rumahnya, kini berada di balik jeruji. (*)