Bogor, Katasulsel.com – Transformasi digital tidak lagi hanya menjadi kebutuhan perguruan tinggi maupun dunia industri, tetapi juga telah menjadi bagian penting dalam penguatan tata kelola lembaga pendidikan. Menjawab tantangan tersebut, dosen Program Studi Teknologi Informasi dan Program Studi Akuntansi Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) melaksanakan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Yayasan Assalam Terpadu Tenjo (YATT), Kabupaten Bogor, melalui pendampingan pengembangan website dan penguatan sistem tata kelola keuangan.

Program ini dirancang untuk mendorong Yayasan Assalam Terpadu Tenjo memiliki sistem pengelolaan yang lebih modern, transparan, dan akuntabel sekaligus memperkuat pelayanan informasi kepada masyarakat melalui pemanfaatan teknologi digital.

Kegiatan diikuti oleh jajaran pengurus yayasan bersama perwakilan tiga satuan pendidikan di bawah naungannya, yakni RA Assalam, MI Assalam, dan MTs Assalam. Selain memberikan pendampingan teknis, tim dosen Unusia juga berdiskusi mengenai pengembangan sistem informasi yang terintegrasi agar pengelolaan antarunit pendidikan dapat berjalan lebih efektif dan efisien.

Sekretaris Program Studi Teknologi Informasi Unusia, Andi Aljabar, mengatakan pembangunan website menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat identitas digital lembaga pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan informasi kepada masyarakat.

“Kita akan buatkan website untuk Yayasan Assalam Terpadu Tenjo beserta website untuk tiga unit pendidikan di bawahnya yaitu RA, MI, dan MTs,” ujar Andi Aljabar.

Menurutnya, keberadaan website resmi tidak hanya berfungsi sebagai media publikasi, tetapi juga menjadi pusat informasi yang mampu memperkuat komunikasi dengan masyarakat, meningkatkan kredibilitas lembaga, serta memperluas akses publik terhadap berbagai layanan pendidikan yang dimiliki yayasan.

Sementara itu, Ketua Program Studi Akuntansi Unusia, Dr. Muhammad Aras Prabowo, menegaskan bahwa keberhasilan transformasi digital harus berjalan beriringan dengan penguatan tata kelola organisasi, terutama dalam aspek pengelolaan keuangan.

“Digitalisasi tidak hanya berhenti pada pembangunan website, tetapi juga harus didukung dengan tata kelola keuangan yang transparan, akuntabel, dan sesuai prinsip good governance. Dengan demikian, yayasan akan semakin dipercaya masyarakat dan mampu berkembang secara berkelanjutan,” kata Muhammad Aras Prabowo.

Dalam pendampingan tersebut, tim PKM juga memberikan penguatan mengenai administrasi keuangan, penyusunan sistem pelaporan yang lebih sistematis, serta optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi untuk mendukung efektivitas pengelolaan yayasan. Langkah tersebut diharapkan mampu membangun budaya tata kelola yang profesional sekaligus meningkatkan akuntabilitas lembaga di hadapan masyarakat.

Kolaborasi ini menjadi wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Lebih dari sekadar pelaksanaan program PKM, kegiatan ini menunjukkan komitmen Unusia dalam mendampingi lembaga pendidikan agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, memperkuat tata kelola organisasi, serta meningkatkan mutu layanan pendidikan secara berkelanjutan.

Melalui sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan, Yayasan Assalam Terpadu Tenjo diharapkan memiliki fondasi digital dan sistem tata kelola yang semakin kokoh. Dengan demikian, yayasan tidak hanya mampu menjawab tantangan era digital, tetapi juga meningkatkan kepercayaan masyarakat melalui pelayanan pendidikan yang profesional, transparan, dan berorientasi pada kualitas.

Topik Terkait: Pendidikan