Kendari, Katasulsel.com β Pertemuan yang awalnya berlangsung di sebuah kamar hotel di Kendari berujung cekcok setelah seorang warga negara asing (WNA) asal Tiongkok dan seorang perempuan keluar dari kamar.
Keduanya disebut sama-sama ngotot mempertahankan versinya hingga keributan tersebut akhirnya menarik perhatian petugas.
Peristiwa itu terjadi di sebuah hotel di Jalan Made Sabara, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa malam, 8 September 2026.
Mereka adalah Chungsong Chen (45), WNA asal Tiongkok, dan perempuan berinisial EL (21).
Sebelum bertemu, keduanya disebut berkomunikasi melalui aplikasi MiChat. Dari komunikasi tersebut, keduanya kemudian sepakat bertemu di hotel dengan kesepakatan pembayaran Rp500 ribu.
Namun, persoalan muncul setelah mereka berada di dalam kamar.
Menurut Komandan Tim Patroli Perintis Presisi Dit Samapta Polda Sultra, Bripka Boy Sagita, EL meminta uang sebagaimana kesepakatan yang telah dibuat.
Chungsong Chen kemudian menyerahkan Rp300 ribu sebagai tanda jadi.
Situasi mulai berubah ketika seorang pria yang disebut sebagai rekan EL datang dan mengetuk pintu kamar.
Kehadiran pria tersebut membuat Chungsong Chen panik. Ia kemudian meminta agar uang Rp300 ribu yang sebelumnya diberikan dikembalikan.
Permintaan itu memicu cekcok.
βAkibatnya terjadi cekcok antara keduanya,β kata Bripka Boy, Rabu, 9 September 2026.
Perselisihan kemudian berlanjut hingga keduanya keluar dari kamar. Di luar kamar, keduanya masih terlibat adu mulut dan disebut sama-sama ngotot dengan persoalan uang yang menjadi awal pertengkaran.
Situasi yang semakin gaduh akhirnya dilaporkan kepada petugas.
Tim Patroli Perintis Presisi Dit Samapta Polda Sultra yang menerima laporan langsung mendatangi hotel untuk mengamankan situasi.
Petugas kemudian mengamankan sejumlah barang dari lokasi, di antaranya uang tunai dan kondom bekas.
Chungsong Chen dan EL selanjutnya dibawa ke Mapolresta Kendari untuk menjalani pemeriksaan. Dua orang yang disebut sebagai rekan EL, masing-masing berinisial CC dan SY, juga turut dibawa untuk dimintai keterangan.
Polisi masih mendalami peristiwa tersebut untuk memastikan rangkaian kejadian sebenarnya, termasuk latar belakang perselisihan dan ada tidaknya dugaan pelanggaran hukum.
Pertemuan yang bermula dari komunikasi melalui MiChat itu akhirnya berubah menjadi keributan. Bukan karena sesuatu yang terjadi di jalan, melainkan perselisihan yang bermula dari kesepakatan uang di dalam kamar dan berlanjut setelah keduanya keluar. (*)
