Jakarta, Katasulsel.com — Nama Lylia ikut terseret dalam riuh sebuah video yang diklaim berdurasi tujuh menit dan beredar di media sosial pada Senin (24/8/2026).

Namanya disebut-sebut dalam unggahan yang mengaitkan sosok perempuan dalam video tersebut dengan seorang kasir minimarket. Klaim itu kemudian menyebar di sejumlah platform media sosial dan membuat warganet ramai mencari akun milik Lylia.

Namun, Lylia membantah keterlibatan dirinya.

Melalui akun media sosialnya, Lylia menyampaikan bahwa dirinya tidak terkait dengan video yang beredar tersebut.

“Jelas banget kan itu cuma orang cari followers kenapa kalian pada percaya,” tulis Lylia, dikutip dari Telisik.id, Senin (24/8/2026).

Ia juga mengaku sudah berulang kali memberikan penjelasan kepada orang-orang yang menanyakan isu tersebut.

“Aku udah capek jelasin satu satu, itu bukan aku,” tegasnya.

Nama Terseret, Bukti Belum Jelas

Persoalan kemudian berkembang bukan hanya soal video, tetapi juga soal bagaimana identitas seseorang dapat dengan cepat dicatut dalam konten yang belum terverifikasi.

Sejumlah unggahan di media sosial menampilkan foto, potongan video, serta narasi yang menghubungkannya dengan Lylia. Namun, materi yang beredar tersebut belum cukup untuk membuktikan bahwa sosok dalam video adalah dirinya.

Begitu pula penyebutan nama sebuah jaringan minimarket dalam narasi yang beredar. Sampai muncul bukti yang dapat diverifikasi, penyebutan tersebut tidak otomatis membuktikan adanya hubungan antara perusahaan, tempat kerja, dan sosok dalam rekaman.

Fenomena seperti ini menunjukkan betapa cepatnya sebuah nama dapat menjadi sasaran spekulasi ketika sebuah video viral muncul.

Satu potongan gambar bisa diberi narasi baru. Sebuah akun bisa disebut sebagai milik seseorang. Lalu, ketika dibagikan berulang kali, dugaan perlahan berubah seolah-olah menjadi fakta.

Padahal, viral bukan berarti terbukti.

Dalam kasus Lylia, posisi yang disampaikan olehnya saat ini jelas: ia membantah bahwa perempuan dalam video tersebut adalah dirinya.

Karena itu, publik sebaiknya tidak menjadikan potongan konten media sosial sebagai dasar untuk menetapkan identitas seseorang.

Terlebih jika konten tersebut berpotensi merugikan nama baik orang yang disebut.

Yang juga perlu diwaspadai adalah tautan-tautan yang biasanya bermunculan mengikuti isu semacam ini. Rasa penasaran pengguna dapat dimanfaatkan pihak tertentu untuk mengarahkan orang ke situs yang tidak jelas, termasuk tautan yang berpotensi meminta data pribadi atau informasi akun.

Pada akhirnya, persoalan video viral bukan hanya tentang apa yang terlihat dalam sebuah rekaman.

Ada persoalan lain yang jauh lebih penting: siapa yang membuat narasi, dari mana sumbernya, dan apakah identitas orang yang disebut benar-benar dapat dibuktikan.

Dalam kasus Lylia, jawabannya untuk saat ini masih pada tahap bantahan—bukan pembuktian.

Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Viral Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar Viral hanya di Katasulsel.com

👉 Lihat semua berita Viral terbaru di sini