Sulawesi Selatan, Katasulsel.com – Liburan akhir tahun di Sulawesi Selatan tidak harus selalu berujung di Tanjung Bira atau Malino. Di sejumlah kabupaten, masih ada destinasi dengan karakter berbeda yang bisa menjadi pilihan untuk menutup tahun, mulai dari tebing pesisir, pantai berpasir putih, lembah pegunungan, hingga padang savana.
Pilihan itu tersebar dari Bulukumba di selatan hingga Luwu Timur di kawasan timur Sulawesi Selatan.
Beberapa tempat bahkan menawarkan pengalaman yang berbeda dari wisata populer. Ada yang membutuhkan perjalanan darat berjam-jam, ada pula yang harus dilanjutkan dengan perahu tradisional.
Berikut lima destinasi yang bisa masuk daftar perjalanan akhir tahun.
1. Desa Ara, Bulukumba, Tebing Laut dan Tanah Para Pembuat Pinisi
Desa Ara, Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba, cocok bagi wisatawan yang ingin menggabungkan pemandangan alam dengan pengalaman budaya.
Desa wisata rintisan ini memiliki sejumlah potensi, termasuk Tebing Apparalang, Pantai Mandala Ria, dan Gua Passohara. Bagian timurnya memiliki jajaran tebing batu yang menghadap langsung ke Teluk Bone.
Ara juga dikenal sebagai salah satu kawasan penting dalam tradisi pembuatan Pinisi. UNESCO mencatat Desa Ara, Bira, dan Tana Beru sebagai tiga kawasan utama pembuatan kapal di Kecamatan Bontobahari. Pengetahuan membuat kapal tersebut diwariskan melalui praktik dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Dari Makassar, perjalanan ke Desa Ara sekitar 190 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih lima hingga enam jam menggunakan jalur darat. Dari pusat Kabupaten Bulukumba, jaraknya sekitar 40 kilometer.
Destinasi ini cocok untuk wisatawan yang tidak hanya mencari tempat berfoto, tetapi ingin melihat bagaimana bentang alam dan kehidupan masyarakat pesisir berada dalam satu perjalanan.
2. Pantai Pinang, Kepulauan Selayar, Ketika Pantai Harus Ditempuh dengan Jolloro
Kalau tujuan akhir tahun adalah mencari laut yang lebih tenang dan jauh dari keramaian, Pantai Pinang di Kabupaten Kepulauan Selayar layak dipertimbangkan.
Pantai ini berada di pesisir timur Pulau Selayar, dengan pasir putih dan perairan yang jernih. Kawasan tersebut juga dikenal untuk aktivitas snorkeling dan diving.
Yang membuat perjalanan ke Pantai Pinang menarik justru aksesnya.
Dari Kota Benteng, wisatawan menuju Pelabuhan Pattumbukang. Perjalanan kemudian dilanjutkan menggunakan jolloro, perahu tradisional, sekitar 30 menit menuju pantai. Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar menyebut Pantai Pinang ideal dikunjungi pada November hingga Maret.
Artinya, periode akhir tahun justru termasuk waktu yang menarik untuk memasukkan Pantai Pinang ke dalam rencana perjalanan.
Perjalanan menuju lokasi memang lebih panjang dibanding wisata pantai di sekitar Makassar. Namun, perjalanan darat yang dilanjutkan dengan perahu menjadi bagian dari pengalaman menuju destinasi.
3. Pundo Siping, Jeneponto, Menikmati Laut dari Atas Karst
Pundo Siping menawarkan wajah Jeneponto yang berbeda.
Destinasi ini berada di Desa Garassikang, Kecamatan Bangkala Barat, Kabupaten Jeneponto. Kementerian Pariwisata mencatat Pundo Siping sebagai atraksi wisata yang telah diverifikasi Dinas Pariwisata.
Daya tarik utamanya adalah bentang batu karst di kawasan pesisir.
Wisatawan dapat menikmati lanskap batuan dan laut dalam satu pandangan. Karakter tersebut membuat Pundo Siping cocok bagi pembaca yang mencari destinasi untuk menikmati suasana sore dan fotografi lanskap.
Pundo Siping juga memperlihatkan bahwa Jeneponto tidak hanya dapat dilihat melalui citra wilayah kuda dan garam. Kabupaten ini memiliki bentang alam pesisir yang menarik untuk dieksplorasi.
Karena lokasinya berada di kawasan terbuka, pengunjung sebaiknya memperhitungkan kondisi cuaca dan memilih waktu kunjungan ketika cahaya masih baik.
4. Lappa Laona, Barru, Menutup Tahun di Padang Savana
Tidak ingin ke pantai?
Bergerak ke arah utara Sulawesi Selatan, ada Lappa Laona di Dusun Waruwue, Desa Harapan, Kecamatan Tanete Riaja, Kabupaten Barru.
Destinasi ini berada di ketinggian sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut dan menawarkan hamparan padang rumput hijau, perbukitan, serta hutan pinus. Pemerintah Kabupaten Barru juga menyediakan fasilitas seperti camping ground, villa, gazebo, toilet, dan area parkir.
Lappa Laona cocok untuk wisatawan yang ingin menghabiskan malam di alam terbuka.
Aktivitas yang paling populer adalah berkemah, menikmati udara pegunungan, fotografi, serta menunggu suasana pagi ketika kawasan ini diselimuti kabut.
Dari Makassar, perjalanan menuju Lappa Laona sekitar 3,5 jam menurut informasi pemerintah Kabupaten Barru. Lokasinya sekitar 51 kilometer dari Kota Barru.
Namun, ada satu hal yang perlu diperhatikan untuk liburan akhir tahun: kondisi hujan.
Pengelola daerah menyarankan waktu kunjungan di luar musim hujan. Karena itu, wisatawan yang ingin camping perlu mengecek kondisi cuaca terlebih dahulu dan menyiapkan perlengkapan yang sesuai.
5. Lembah Lohe, Gowa, untuk yang Ingin Menutup Tahun dari Ketinggian
Bagi pencinta perjalanan yang lebih menantang, Lembah Lohe di Kabupaten Gowa menawarkan pengalaman berbeda.
Lembah ini berada di ketinggian sekitar 1.930 meter di atas permukaan laut dan dikelilingi Gunung Bawakaraeng serta Lompobattang. Kawasannya dikenal dengan lanskap alami dan pemandangan matahari terbit maupun terbenam.
Lembah Lohe lebih tepat dimasukkan ke dalam rencana perjalanan bagi wisatawan yang memang menyukai aktivitas alam dan pendakian.
Tidak seperti destinasi yang bisa dicapai dengan kendaraan langsung hingga titik utama, perjalanan menuju kawasan pegunungan membutuhkan persiapan fisik dan perlengkapan yang lebih serius.
Karena berada di ketinggian, kondisi cuaca juga harus menjadi pertimbangan utama, terutama ketika memasuki periode penghujan.
Pilih Berdasarkan Jenis Liburan
Lima destinasi tersebut menunjukkan bahwa liburan akhir tahun di Sulawesi Selatan tidak harus memiliki pola yang sama.
Ingin laut dan budaya? Desa Ara di Bulukumba bisa menjadi pilihan.
Ingin pantai yang lebih jauh dari keramaian? Pantai Pinang di Selayar menawarkan pengalaman perjalanan dengan jolloro.
Ingin lanskap karst dan laut? Pundo Siping di Jeneponto bisa masuk daftar.
Ingin camping di pegunungan? Lappa Laona di Barru menawarkan padang savana dan udara sejuk.
Ingin perjalanan yang lebih menantang? Lembah Lohe di Gowa cocok bagi pencinta alam yang siap menghadapi medan pegunungan.
Jadi, sebelum menentukan tujuan untuk menutup tahun, pertanyaannya bukan lagi sekadar “mau pergi ke mana?”
Melainkan, pengalaman seperti apa yang ingin dibawa pulang?
Sebab, Sulawesi Selatan memiliki banyak cara untuk mengakhiri tahun: dari suara ombak di pesisir hingga kabut yang turun di antara pegunungan.(*)
