Wajo, katasulsel.com — Peta pertumbuhan ekonomi kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan mengalami perubahan signifikan pada triwulan pertama tahun 2026. Kabupaten Wajo yang sepanjang tahun 2025 menjadi salah satu daerah dengan laju pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sulsel, kini berada di peringkat ke-14 dari 24 kabupaten/kota.
Meski demikian, capaian tersebut tidak serta-merta menggambarkan perlambatan ekonomi yang tajam. Data menunjukkan pertumbuhan ekonomi Wajo pada triwulan I 2026 masih berada pada angka 6,97 persen, lebih tinggi dibanding rata-rata pertumbuhan ekonomi Provinsi Sulawesi Selatan yang tercatat sebesar 6,88 persen secara tahunan (year on year).
Perubahan posisi Wajo lebih dipengaruhi meningkatnya akselerasi pertumbuhan sejumlah daerah lain yang mencatat lonjakan ekonomi lebih tinggi pada awal tahun. Persaingan antarwilayah di Sulawesi Selatan semakin ketat seiring menggeliatnya sektor industri, jasa, perdagangan, hingga pariwisata di berbagai kabupaten.
Sebelumnya, Wajo mencatat prestasi membanggakan sepanjang tahun 2025 dengan menempati posisi tiga besar pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sulawesi Selatan. Capaian tersebut berada pada kisaran 7,16 hingga 7,19 persen, menjadikan Wajo sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi baru di wilayah tengah Sulsel.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa fondasi ekonomi Wajo masih relatif kuat. Sektor pertanian, perdagangan, perikanan, usaha mikro dan aktivitas jasa tetap menjadi penopang utama pergerakan ekonomi daerah yang dikenal sebagai Bumi Lamaddukelleng tersebut.
Menariknya, meskipun berada di urutan ke-14, laju pertumbuhan ekonomi Wajo masih mampu melampaui sejumlah daerah yang selama ini dikenal memiliki aktivitas ekonomi besar, termasuk Kota Makassar dan Kota Parepare. Fakta itu memperlihatkan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak selalu berbanding lurus dengan besarnya ukuran ekonomi suatu daerah.
Secara umum, perekonomian Sulawesi Selatan pada triwulan I 2026 menunjukkan performa yang cukup impresif. Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel mencatat pertumbuhan ekonomi provinsi mencapai 6,88 persen, meningkat dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh meningkatnya aktivitas pemerintahan, konsumsi masyarakat, investasi serta berbagai sektor produktif lainnya.
Bagi Wajo, capaian 6,97 persen pada awal tahun dapat menjadi modal penting untuk menjaga optimisme hingga akhir 2026. Tantangan ke depan bukan hanya mempertahankan angka pertumbuhan, tetapi juga memastikan pertumbuhan tersebut mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat daya saing ekonomi daerah.
Pengamat ekonomi daerah menilai, keberhasilan Wajo menembus tiga besar pada 2025 menjadi bukti bahwa daerah tersebut memiliki potensi besar untuk terus tumbuh. Dengan penguatan sektor unggulan dan peningkatan investasi, peluang kembali masuk kelompok daerah dengan pertumbuhan tertinggi di Sulsel masih terbuka lebar.
Di tengah persaingan yang semakin kompetitif, posisi peringkat mungkin berubah setiap triwulan. Namun yang lebih penting adalah bagaimana daerah mampu menjaga konsistensi pertumbuhan dan memastikan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.
Bagi Wajo, angka 6,97 persen pada triwulan I 2026 menjadi sinyal bahwa mesin ekonomi daerah masih bekerja. Kini, tantangannya adalah mengubah pertumbuhan itu menjadi kesejahteraan yang lebih luas bagi seluruh warga Bumi Lamaddukelleng. (*)
