WAJO, Katasulsel.com — Kecamatan Penrang, Kabupaten Wajo, mendadak berubah seperti panggung besar kehidupan pada Selasa (16/6/2026). Ribuan warga, pelajar, dan santri memenuhi jalan utama dalam kegiatan Pawai Hijratul Rasul 1 Muharram 1448 H yang digelar Pondok Pesantren Daarul Mu’minin (Damu) As’adiyah Doping.
Sejak pagi, arus peserta sudah bergerak dari titik kumpul di Kelurahan Doping. Barisan panjang itu datang dari berbagai lapisan pendidikan dan masyarakat, mulai dari TK/RA hingga SMA/SMK, majelis taklim, organisasi pemuda, hingga warga umum. Penrang seperti tidak punya ruang kosong hari itu, semua terisi langkah dan lantunan selawat.
Kegiatan ini bukan sekadar pawai tahun baru Islam. Di balik kemeriahannya, acara ini juga menjadi bagian dari peringatan Hari Lahir ke-23 Ponpes Damu As’adiyah Doping, lembaga yang selama ini dikenal aktif membina generasi Qur’ani di wilayah Wajo.
Pimpinan Ponpes Damu As’adiyah Doping, Agustan Ranreng, menyebut pawai ini sebagai ruang kebersamaan yang menghidupkan kembali makna hijrah dalam kehidupan sehari-hari.
“Hijrah itu bukan hanya sejarah, tapi gerakan perubahan. Dari hal kecil menuju kebaikan yang lebih besar,” ujarnya.
Di sepanjang rute, suasana berlangsung meriah namun tetap tertib. Lantunan selawat badar dan lagu religi terdengar bersahutan dari barisan peserta yang mengenakan busana muslim, seragam sekolah, hingga kostum bernuansa islami. Warga yang berdiri di pinggir jalan tampak antusias menyambut rombongan yang melintas.
Namun yang membuat pawai ini semakin menyedot perhatian adalah kehadiran undian doorprize massal. Panitia menyiapkan berbagai hadiah, termasuk satu unit sepeda motor sebagai hadiah utama, disusul sepeda dan perlengkapan rumah tangga.
Momen ini membuat suasana semakin hidup. Banyak warga mengaku datang tidak hanya untuk menyaksikan pawai, tetapi juga ikut berharap membawa pulang keberuntungan.
Di sisi lain, aparat keamanan tampak berjaga di sejumlah titik untuk mengatur arus lalu lintas yang sempat padat akibat membludaknya peserta dan penonton. Meski ramai, kegiatan berlangsung tertib hingga akhir.
Pawai ini juga menjadi pembuka rangkaian kegiatan pesantren yang akan berlanjut dengan lomba keagamaan, seni islami, hingga olahraga di kompleks Ponpes Damu dalam beberapa hari ke depan.
Di Penrang, 1 Muharram tahun ini tidak hanya menjadi penanda waktu baru dalam kalender hijriah. Ia menjelma menjadi ruang pertemuan antara tradisi, syiar, dan kebersamaan warga yang bergerak dalam satu irama: hijrah menuju kebaikan. (*)
