Makassar, katasulsel.com — Sebanyak 149 peserta Program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit (SDMP) 2026 pulang membawa semangat baru usai mengikuti Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit yang digelar Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY).

Salah satu peserta yang paling mencuri perhatian datang dari Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.

Adalah Abdul Samad Mattako, pekebun sawit asal Wajo yang secara terbuka mengaku terkejut dengan materi yang diperoleh selama tujuh hari pelatihan.

Menurutnya, ilmu yang diberikan para instruktur AKPY begitu padat hingga terasa seperti mengikuti perkuliahan selama satu semester.

“Kalau saya pikir-pikir, mestinya materi ini satu semester atau enam bulan. Tapi diperas sedemikian rupa dan dibawakan oleh instruktur yang luar biasa, akhirnya tujuh hari cukup,” ungkap Abdul Samad saat acara penutupan pelatihan di Makassar, Rabu (29/7/2026).

Peserta Wajo: Semua Instruktur Ranking Satu

Pelatihan yang didukung BPDP dan Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) tersebut diikuti pekebun, penyuluh, dan pendamping dari berbagai daerah.

Namun bagi Abdul Samad, kualitas pengajar menjadi salah satu hal yang paling berkesan.

Bahkan saat diminta memberi penilaian, ia mengaku kesulitan menentukan instruktur terbaik.

“Kalau instruktur ini disuruh memberi ranking, siapa ranking satu dan ranking dua, itu sangat susah. Karena semuanya ranking satu,” katanya yang langsung disambut tepuk tangan peserta lainnya.

Petani Wajo Kini Bisa Jadi “Dokter Sawit”

Bukan hanya soal teori.

Abdul Samad mengaku pelatihan tersebut membuka wawasan baru tentang dunia perkebunan sawit yang selama ini belum banyak dipahaminya.

Ia mengaku sebelumnya hanya mengenal sedikit jenis penyakit tanaman sawit.

Namun setelah mengikuti pelatihan, pemahamannya meningkat drastis, mulai dari cara mengenali gejala penyakit, mendiagnosis masalah tanaman hingga menentukan langkah penanganannya.

“Dulu saya hanya tahu dua penyakit sawit. Sekarang kami jadi lebih paham bagaimana mendiagnosis kondisi tanaman dan menentukan penanganannya,” ujarnya.

Dengan bekal ilmu tersebut, petani asal Wajo itu optimistis produktivitas kebun sawit rakyat dapat meningkat signifikan.

Target Produksi Naik Hingga 4 Kali Lipat

Abdul Samad bahkan memasang harapan besar setelah kembali ke daerahnya.

Ia ingin ilmu yang diperoleh selama pelatihan mampu meningkatkan hasil panen kebun sawit para petani.

“Harapan kami, setelah kembali nanti kami bisa menjadi dokter bagi sawit kami sendiri. Mudah-mudahan yang selama ini hanya menghasilkan sekitar satu ton per hektare bisa meningkat menjadi dua, tiga, bahkan empat ton,” katanya optimistis.

Minta Program Dilanjutkan Tahun Depan

Di akhir kegiatan, peserta asal Wajo tersebut mewakili seluruh peserta menyampaikan apresiasi kepada AKPY, BPDP, Ditjenbun, pemerintah daerah, dan para instruktur.

Ia juga berharap Program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit tidak berhenti sampai di sini.

Menurutnya, semakin banyak petani yang mengikuti pelatihan serupa, semakin besar peluang peningkatan produktivitas perkebunan sawit rakyat di Indonesia.

“Mudah-mudahan pelatihan seperti ini bisa terus berkelanjutan. Kalau bisa diprogramkan lagi tahun depan agar semakin banyak petani yang mendapatkan ilmu seperti yang kami rasakan hari ini,” pungkasnya. (*)

Topik Daerah:
SidrapWajoPinrangParepareBarruSoppengEnrekang
Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Wajo Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar Wajo hanya di Katasulsel.com

👉 Lihat semua berita Wajo terbaru di sini