Oleh: Dinda Fatimah Zahra

Kucoba tebar bibit padi di atas hamparan ladang nan gersang, berdoa ia tumbuh subur, berlimpah ruah, dan berbuah hidangan mengenyangkan.

Tetapi bibit-bibit itu kering, menjadi santapan para semut merah yang juga menggigiti kakiku hingga ruam dan berdarah-darah.

Apakah tuhan tengah marah?

Tidak. Tidak mungkin ia marah pada perut laparku, pada luka-luka di kakiku, pada malang nasibku. tidak, tentu saja tidak!

Ia pasti tengah marah pada semut-semut merah sialan itu, aku hanyalah korban dari keadaan, dan kemelaratan ini kelak akan berbuah surga di atas sana.

Tanjung Priok, 15 September 2026