Oleh: Dinda Fatimah Zahra
ada truk kelebihan ingatan.
dua mahasiswa di dalamnya
saling menghitung kepala
yang dipenuh-sesaki muatan.
di bak belakang,
buku-buku bergoyang seperti kelapa.
setiap lubang jalan
menghamburkan halaman-halaman.
yang berjatuhan bukan kertas.
melainkan tenggat, revisi, uang kos,
suara ibu dari kampung,
dan doa ayah yang belum lunas.
setiap polisi tidur
mengguncang mimpi menjadi sarjana.
yang jatuh bukan muatan,
melainkan sisa keyakinan.
jalan terus meminta.
kepala terus menerima.
roda terus berputar.
umur terus terbakar.
sampai wisuda tiba,
toga hanya berpindah kepala.
entah siapa
yang masih utuh membawanya.
Tanjung Priok, 22 Juli 2026
